Ketua PSSI Banyuwangi, “Melalui Sepak Bola UMKM Bisa Bergerak”

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Bertempat di Stadion Maron Genteng digelar event Turnamen sepak bola memperebutkan Piala Ketua PSSI Banyuwangi. Dalam beberapa hari ini masih berlangsung laga tanding babak menuju 16 besar. Selama ini Stadion Maron Genteng bisa dibilang sering jadi pilihan para pegiat event Turnamen sepak bola di Kabupaten Banyuwangi.

Menurut beberapa sumber informasi yang tertangkap awak media, Stadion Maron Genteng jadi langganan gelaran Turnamen sepak bola. Selain memang strategis tempatnya, juga karena antusias masyarakat terutama maniak bola di wilayah Kecamatan Genteng dan sekitarnya tinggi. Tak heran bila setiap event Turnamen di Stadion Maron Genteng ramai pengunjungnya.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu moment tersebut, dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Genteng dan sekitarnya. Mereka gunakan kesempatan tersebut untuk mengais rejeki meningkatkan penghasilan keluarga. Terlebih Stadion Maron Genteng, dibumbui dengan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Menambah segarnya suasana, pengunjung terhipnotis oleh teraphy alami kendalikan kebatinan dan pikiran.

Pada laga tanding menuju babak 16 besar Sabtu 25 April 2026, mempertandingkan sequad Milan Fc versus Gladak Mayit. Terlihat di sekitar area Turnamen Michael Edy Hariyanto, SH., MH selaku Ketua PSSI Banyuwangi sedang mondar-mandir hampiri lapak-lapak UMKM. Sembari membeli beberapa jajanan dan minuman, tampaknya Michael juga asyik ngobrol dengan para pelaku UMKM yang dihampirinya.

Pada kesempatan tersebut awak media mencoba mintai keterangan Michael Edy Hariyanto yang juga selaku Pimpinan DPRD Banyuwangi dari Fraksi Demokrat itu. Dalam keterangannya Michael mengaku senang melihat banyaknya pelaku UMKM di sekitar area Stadion Maron Genteng itu.

“Jujur saya sangat senang melihat saudara-saudara kita pelaku UMKM ramai berada di kegiatan turnamen ini. Harapan saya ke depan, setiap event-event di Banyuwangi khususnya sepak bola bisa jadi tempat para palaku UMKM mendapatkan penghasilan. Sehingga saya katakan melalui sepak bola UMKM bisa bergerak, yang secara otomatis meningkatkan ekonomi masyarakat”, tuturnya.

Michael dalam obrolannya bersama para pelaku UMKM, sempat pertanyakan apakah ada panitia yang minta restribusi. Tegasnya, “Kalau ada yang minta restribusi pada njenengan karena jualan di sini bilang sama saya. Saya tidak ingin ada kegiatan turnamen sepak bola membebani palaku UMKM”.

Terkait pelaksanaan Turnamen, Michael minta kepada Panitia dan semua unsur yang terlibat di dalamnya. Untuk profesional, adil, betul-betul menjunjung tinggi aturan-aturan yang berlaku di PSSI. Michael berharap dengan seringnya ada kompetisi-kompetisi, Banyuwangi melahirkan pemain bola yang hebat dan bisa menasional. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *