Gabungan Komunitas dan Pemuda Gelar Gerakan Lingkungan serta Aksi Sosial di Kediren Randublatung

KABAROPOSISI.NET|Blora — Sejumlah komunitas pemuda, organisasi mahasiswa, dan elemen masyarakat menggelar gerakan lingkungan dan aksi peduli sosial di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Kegiatan yang melibatkan Rumah Juang, Front Blora Selatan, AnakSeribuPulau, mahasiswa HMI dan PMII, serta Karang Taruna Desa Kediren tersebut menjadi bentuk kolaborasi sosial berbasis gotong royong masyarakat desa.

Kegiatan perdana itu diawali dengan aksi bersih lingkungan di sepanjang jalur Pasar Wulung hingga Kedungjambu. Puluhan relawan tampak turun langsung memungut dan mengangkut sampah yang selama ini mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya bergerak di bidang lingkungan, para relawan juga melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan 100 paket bahan pangan kepada warga kecil dan masyarakat yang membutuhkan. Paket bantuan berisi berbagai kebutuhan pokok seperti sayuran, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, timun, telur, minyak goreng, hingga gula pasir sebagai bentuk solidaritas sosial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.

Koordinator Front Blora Selatan, Exy Wijaya, menegaskan bahwa persoalan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa. Menurutnya, kerusakan lingkungan selalu paling dirasakan oleh rakyat kecil, mulai dari rusaknya tanah, tercemarnya air, hingga menurunnya kualitas ruang hidup masyarakat. Karena itu, ia menilai generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat langsung menjaga lingkungan sebagai bagian dari perjuangan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Kediren, Galih Mahendra, mengatakan bahwa kegiatan berbagi bahan pangan dan aksi sosial tersebut merupakan langkah sederhana untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong di desa. Ia menilai kepedulian sosial tidak harus diwujudkan melalui kekuasaan atau jabatan, melainkan dapat dimulai dari tindakan nyata seperti membantu warga dan menjaga lingkungan bersama-sama.

Mahasiswa HMI, Nur Syakir, juga menyoroti pentingnya keterlibatan gerakan mahasiswa dalam persoalan sosial masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya aktif di ruang diskusi maupun media sosial, melainkan harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk ikut menyelesaikan persoalan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan yang dihadapi rakyat di desa-desa. Minggu 17/05/2026

Gerakan kolaboratif tersebut direncanakan menjadi program rutin yang akan dilaksanakan bergiliran di 16 desa perwakilan kecamatan se-Kabupaten Blora setiap pekan. Melalui kegiatan itu, gabungan komunitas dan organisasi pemuda berharap mampu menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, solidaritas sosial, serta tanggung jawab kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup dan membantu warga kecil. “Gerakan kecil yang dilakukan bersama lebih berarti daripada seribu wacana tanpa tindakan,” demikian pesan yang digaungkan para relawan dalam kegiatan tersebut. (GaS)

Pos terkait