Drainase Tidak Beres, Badan Jalan Mendadak Menjelma Jadi Sungai

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Pada Senin malam (27/7/2026) sekira pukul : 22.30 WIB hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama, guyur wilayah Kecamatan Singojuruh dan sekitarnya. Bahkan hingga pagi hari Selasa 28/7/2026 mendung tebal masih menyelimuti halangi sang surya.

Lantaran hal tersebut debit air area persawahan meningkat menerobos liar rambah jalan raya. Seperti yang terpantau pada ruas jalan raya Kabupaten yang berada di jalur SMPN 1 Singojuruh. Diduga karena drainase tidak beres badan jalan sekira 50 meter utara fasilitas pendidikan itu menjelma jadi sungai.

Gegara kondisi aliran air yang deras pada badan jalan, pengguna jalan dari dua arah berlawanan terutama anak-anak sekolah terganggu. Tak heran bila ada beberapa pengguna jalan harus alami basah celana dan sepatunya, karena kecipratan air saat berpapasan.

Selain itu lubang-lubang jalan tak kelihatan tertutup genangan dan aliran air, sehingga pengguna jalan tak ada pilihan tetap menerobos meski melamban. Namun demikian tidak ada pengguna jalan yang lolos dari perangkap lubang jalan.

Habiby Sekdes Singojuruh dalam konfirmasinya mengatakan, bahwa melubernya air ke jalan raya disebabkan karena ukuran gorong-gorong terlalu kecil.

“Gorong-gorong terlalu kecil mas, akhirnya saat hujan dengan intensitas tinggi saluran airnya meluber gorong-gorongnya tak mampu menampungnya. Sementara debit air di area persawahan lumayan besar, belum lagi bila ada sampah bawaan dari hulu”, jelasnya.

Menurut Habiby, agar bila setiap hujan tidak terjadi luapan air ke jalan raya, maka alternatifnya gorong-gorong di atas saluran irigasi tersier dari Dusun Krajan Barat menuju Dusun Krajan Timur, diganti dengan ukuran yang lebih besar. Masih kata Habiby, ruas jalan di sekitar utara SMPN 1 Singojuruh itu cepat mengalami kerusakan salah satu penyebabnya karena sering tergenangi air. (r35).

Pos terkait