KABAROPOSISI.NET|Blora – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren sebagai penjaga tradisi sekaligus pilar pembangun peradaban. Pengasuh Pondok Pesantren An Nur, Nailus Syarof, menegaskan bahwa pesantren memiliki sejarah panjang dalam membentuk karakter bangsa, bahkan telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.
Menurutnya, hari santri nasional, “Menjaga Tradisi, Membangun Peradaban”, memiliki makna penting bagi dunia pesantren. Tradisi-tradisi baik yang telah diwariskan para ulama harus terus dilestarikan sembari membuka diri terhadap perkembangan zaman, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai kepesantrenan. Tradisi tersebut menjadi fondasi yang memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Syarof menjelaskan, salah satu tradisi yang terus dijaga di lingkungan pesantren adalah kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan antar santri. Kehidupan yang dijalani bersama setiap hari membentuk karakter gotong royong dan toleransi, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka telah terbiasa hidup berdampingan dengan berbagai karakter dan latar belakang.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Pondok Pesantren An Nur tidak menutup diri terhadap kemajuan digital. Namun, pemanfaatannya dilakukan secara selektif. Penggunaan telepon genggam masih dibatasi bagi para santri sebagai langkah menghindari dampak negatif media sosial, sementara akses teknologi untuk kebutuhan pembelajaran tetap difasilitasi melalui laboratorium komputer dan jaringan internet di lingkungan sekolah.
Selain itu, pihak pesantren juga memperkuat komunikasi dengan wali santri melalui aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Kegiatan Akademik Harian Pondok Pesantren). Melalui aplikasi tersebut, orang tua dapat memantau perkembangan pendidikan dan aktivitas putra-putrinya selama menempuh pendidikan di pesantren.
Syarof mengakui tantangan terbesar dalam mendidik generasi muda saat ini adalah pola pikir yang serba instan. Banyak anak ingin cepat berhasil tanpa melalui proses belajar yang panjang.
Untuk mengatasi hal tersebut, pesantren terus menanamkan pentingnya kesabaran, ketekunan, serta keikhlasan dalam menuntut ilmu melalui pengajian, ta’lim, dan pembinaan karakter agar para santri memahami bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui proses yang sungguh-sungguh.
Ia menambahkan, pesantren merupakan miniatur kehidupan masyarakat. Beragam karakter santri hidup berdampingan dalam satu lingkungan sehingga menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pendidikan karakter, pembinaan akhlak, serta keterlibatan dalam kehidupan sosial, Pondok Pesantren An Nur berharap dapat terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Blora maupun bangsa Indonesia. (GaS)
