KABAROPOSISI.NET|Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar kegiatan orientasi pembekalan khusus bagi 84 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tulungagung yang siap diberangkatkan menuju Selandia Baru.
Kegiatan tersebut berlangsung tertib di Lantai 2 Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung pada Kamis (22/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Muhammad Ardian Candra, S.STP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para calon PMI. Menurutnya, keberanian dan tekad para pekerja migran ini merupakan bentuk perjuangan mulia demi meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan keluarga di tanah air.
“Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen penuh untuk terus mengawal, mendampingi, serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak para pekerja selama berkarir di luar negeri. Kami ingatkan pula, meskipun terpisah jarak dan waktu, penting bagi para calon PMI untuk terus menjaga
keharmonisan serta komunikasi erat dengan keluarga melalui pemanfaatan teknologi yang ada,” ujar Muhammad Ardian Candra.
Pentingnya Pengelolaan Keuangan dan Kemandirian Ekonomi
Kegiatan pembekalan ini juga menghadirkan perspektif akademis guna memberikan arahan jangka panjang bagi para calon PMI. Prof. Agus Joko Pitoyo dari Fakultas Geografi sekaligus Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyoroti pentingnya tata kelola keuangan hasil kerja di luar negeri.
Prof. Agus memaparkan bahwa fenomena dana remitansi (uang kiriman luar negeri) selama ini sering kali habis hanya untuk kebutuhan konsumsi jangka pendek ketimbang investasi produktif. Tanpa adanya keberlanjutan ekonomi (economic sustainability), kondisi tersebut berisiko memicu culture of migration atau budaya migrasi berulang, di mana pekerja terpaksa kembali bekerja ke luar negeri secara terus-menerus saat tabungan menipis.
“Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi keuangan (financial literacy) yang berkelanjutan serta program-program penguatan seperti ‘PMI Tangguh, Berdaya’. Tujuannya agar para pekerja mampu membangun kemandirian ekonomi secara berdikari sewaktu kembali ke tanah air kelak,” tegas Prof. Agus.
Apresiasi Peserta terhadap Pelayanan Disnakertrans
Di sisi lain, kelancaran seluruh tahapan persiapan dan fasilitasi dari Disnakertrans Tulungagung mendapat sambutan hangat dari mas Sanjaya salah satu perwakilan Perusahaan yg memberangkatkan mereka ke New Zealand calon PMI yang hadir, mengaku sangat terbantu dengan pengawalan prosedur yang akuntabel dan transparan.
“Orientasi dan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) di sini sangat komplit. Pihak Dinas sangat membantu kami, mulai dari penyediaan tempat hingga pengurusan administratif dari awal sampai akhir. Semuanya berjalan lancar karena jalur yang kami tempuh ini resmi dan terfasilitasi dengan baik. Harapan kami ke depan, pelayanan yang sudah sangat baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Wijaya.
Pelaksanaan pembekalan berjalan dengan kondusif dan terstruktur di bawah koordinasi Mas Dimas selaku koordinator acara serta pengawasan dari Pak Narto sebagai penanggung jawab kegiatan. Lewat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan calon PMI, keberangkatan puluhan tenaga kerja ke Selandia Baru ini diharapkan tidak hanya membawa kesejahteraan finansial, tetapi juga melahirkan wirausahawan baru yang tangguh di Tulungagung setelah purna tugas nanti.
(Hanik)






