Geliat Kompetisi Menuju Jabatan Ketua ASKAB Mulai Menegang, Inilah Kata Mbah Eko

H. Eko Sukartono, SE. Aktivis senior Banyuwangi

Kabaroposisi.net (Banyuwangi)

Pada pemberitaan sebelumnya diberitakan bahwa akan ada Musyawarah Kabupaten ( Muskab ) dengan agenda utama Pemilihan Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi ( ASKAB ). Yang akan digelar di Hotel El Royal pada Tanggal 8 Januari 2020 mendatang.

Beberapa nama Kepala Desa mencuat di publik yang diwacanakan akan maju berkompetisi dalam perebutan Jabatan Ketua ASKAB pada pemilihan nanti di Muskab. Informasi yang berkembang beberapa calon kandidat mulai blusukan dan mengadakan pertemuan dengan para Kepala Desa untuk mencari dukungan.

Menanggapi hal tersebut Aktivis yang juga tokoh penting di Banyuwangi H. Eko Sukartono, SE apresiasi dengan keberadaan ASKAB yang masih eksis dan bergerak mesin organisasinya.

“Itu berarti organisasinya hidup dan dinamis mas…saran saya dalam pemilihan Ketua….pilihlan orang yang mumpuni..berani bersikap kritis..dan ngayomi, mampu bersikap adil…serta mampu berkomunikasi dengan semua jajaran baik wartawan dan LSM atau yang lainnya..jangan pilih orang bertypologi membebek untuk Banyuwangi yang lebih baik. Saya juga berharap ASKAB ke depan berjalan sesuai fungsi aslinya yaitu bagaimana menjadi jembatan penghubung antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah daerah hingga Pusat yang baik dan murni demi kepentingan masyarakat di desanya bukan karena intervensi dan kepentingan politik. Benar Kepala Desa adalah jabatan politik tapi beda dengan jabatan politik yang lahir karena dukungan partai dalam hal mengambil kebijakan, oleh karena itu salah satunya Kepala Desa tidak boleh ikut dalam kegiatan politik praktis karena tidak diusung lewat partai”,  tanggapan dan saran Mbah Eko.

Membenarkan bahwa geliat kompetisi menuju jabatan Ketua ASKAB meninggi, kebetulan terpantau awak media di satu tempat dalam wilayah Kecamatan Songgon Kamis 02/01/2020. Ada sebuah pertemuan beberapa Kepala Desa karena kedatangan salah satu calon kandidat membahas pemilihan Ketua ASKAB. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu oknum Kades yang berpapasan dengan awak media saat usai hadiri pertemuan tersebut.

“Namanya kedatangan tamu apalagi teman masak saya tolak mas kan gak etis, ya saya harus menghormatinya. Selebihnya terkait dukung mendukung soal privasi mas dan saya pun tidak berani mengarahkan Kades lain harus pilih ini pilih itu”, tutur oknum Kades yang enggan disebut namanya di media itu. (rh35/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *