Stasiun Wadu Blora, Aktif Kembali setelah 6 Tahun Berhenti

wakil bupati Blora (baju putih) melalukan meniup Pluit tanda Kerata Api Blora Jaya jalan dan kembali aktif Stasiun Wado

NoBLORA Kabaroposisi.net, _ Stasiun Wadu kembali aktif setelah 6 tahun, operasionalnya diberhentikan. Sementara mulai hari ini 1/03/2020 oleh PT KAI daop IV Semarang di aktifkan lagi stasiun tersebut berada di kecamatan kedungtuban Blora.

Pengaktifan stasiun Wado ini dihadiri wakil Bupati Blora Arief Rohman, Anggota DPRD dari PPP Achlif Nugroho Widi Utomo, Tokoh masyarakat Forkompincam dan beberapa Kepala Desa.

Bacaan Lainnya

Secara simbolis Arief Rohman yang saat ini masih aktif sebagai wakil bupati Blora melalukan meniup Pluit tanda Kerata Api Blora Jaya jalan dan kembali aktif Stasiun Wado.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiyantoro, ” jalur yang aktif setiap hari jurusan Wado ke Semarang dan sebaliknya pada 05.12 wib dari wado ke semarang dan ke arah cepu jam 21.12 wib menggunakan KA Blora jaya, ” jelasnya.

Dengan dibuka kembali oleh PT KAI Warga Kecamatan Kedungtuban Blora, patut berbangga dan senang setelah mulai 1 Maret 2020 ini.

Sketsa Jalur Perlintasan Stasiun Wado

Wabup Blora Arief Rohman menyatakan, “bersyukur dan bangga karena hal yang diharapkan masyarakat akhirnya dikabulkan oleh PT KAI, dan berharap dapat memperlancar dan mempermudah transportasi warga, Untuk ke Semarang atau sebaliknya, kini warga kami di Kedungtuban tidak perlu jauh-jauh ke Cepu atau Randublatung,” kata Arief.

Sementara itu Kepala Stasiun Wadu, Linda Mayagita Berliani, mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah daerah kabupaten Blora untuk mengawal pengaktifan stasiun ini, dengan target setiap hari ada 50 penumpang yang naik dari stasiun wado.

“Jika di hari biasa tidak terpenuhi, semoga bisa terpenuhi saat hari libur mingguan (weekend),” terang Linda Mayagita Berliani.

Dalam pembukaan, banyak yang antusias sejumlah santri dari Ponpes Walisongo Desa Wado, yang lokasinya tidak jauh dari stasiun, ikut hadir untuk melihat pengaktifan stasiun di tengah tengah antara stasiun Randublatung dan stasiun Cepu itu, dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman depan dan area stasiun Wadu sebagai upaya pelestarian alam agar sekitar stasiun kelak menjadi rindang dan sejuk.(guntur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *