Kabaroposisi.net |BANYUWANGI – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) pada tanggal 10 Oktober 2021, melalui kerjasama Program Studi (Prodi) Teknik Mesin dan Teknologi Pengolahan Hasil Ternak. Kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini mereka menyerahkan sebuah mesin yang memiliki keunggulan yaitu 2 fungsi sekaligus.
Dimana mesin ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai pengayak namun juga sebagai pengaduk serbuk kayu. Yang tujuannya adalah untuk membantu memudahkan petani jamur serta mengefisienkan waktu dalam membuat baglog jamur. Dalam kesempatan ini, mesin tersebut diserahkan kepada petani jamur Zahrul Wafa di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.
Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Poliwangi yang diketuai oleh Akhmad Afandi (Dosen Prodi D3 Teknik Mesin), dan 2 orang anggota yaitu Anggra Fiveriati dari Program Studi (Prodi) D3 Teknik Mesin dan Anis Usfah Prastujati dari Program Studi D4 Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, dibantu oleh 2 orang mahasiswa dari program studi D3 teknik mesin.
“Program pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada mitra yaitu Pak Zahrul Wafa, mengenai kegunaan dari mesin yang memiliki double function ini, yaitu dapat digunakan untuk mengayak serta mengaduk serbuk kayu, dimana mesin ini memiliki kemampuan yaitu dapat mengayak dan mengaduk serbuk kayu dengan kapasitas 100 kg per jam,” Terang Akhmad Afandi selaku ketua Tim.
Selain itu, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan mengenai bahan dan takaran yang baik dalam pembuatan baglog jamur. Ia menjelaskan mesin pengayak dan pengaduk yang dihibahkan tersebut dirancang untuk mempermudah proses pembuatan baglog jamur. Khususnya pada saat proses pemisahan antara serbuk kayu halus dengan sisa potongan dari kayu yang dapat merusak baglog.
Selain itu, juga pada saat proses pencampuran serbuk kayu yang sudah diayak dengan bahan tambahan agar dapat tercampur secara lebih merata. Pada kegiatan ini tim pengabdian juga memberikan pelatihan opeasional dan maintenance (perawatan) pada mesin.
“Semua ini dilakukan supaya mitra dapat memahami secara langsung bagaimana cara merawat mesin dengan baik. Sehingga tidak terjadi masalah terutama selaam mesin dioperasikan serta dapat mempermudah dan mempercepat proses pengayakan dan pengadukan dan mesin juga dapat bekerja secara optimal,” Tutupnya.
“Kami berharap mesin ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik terutama pada proses pengayakan dan pengadukan serbuk kayu,” Ungkap Zahrul Wafa selaku mitra,.
Ia juga menyampaiakn rasa terimakasih kepada tim pengabdian Poliwangi yang sudah menghibahkan mesin pengayak dan pengaduk serbuk kayu untuk mempermudah dan mempercpat proses pembuatan baglog dengan baik.
Selain itu, mitra dan tim yang melakukan pengabdian kepada masyarakat ini juga berharap tahun depan kegiatan seperti ini tetap berlanjut, karena masih banyak proses pembuatan baglog jamur yang masih menggunakan tenaga manual.
“Sebelum adanya mesin ini mitra melakukan pengayakan dan pencampuran bahan dalam membuat baglog hanya secara manual, sehingga dengan adanya mesin ini tentunya proses pembuatan baglog jamur dapat lebih efisien dari segi waktu yang dapat dipercepat dengan jumlah baglog jamur yang dihasilkan juga lebih banyak,” Ujarnya. (*red).
Sumber info :
Humas Poliwangi
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.
