BLORA | Kabaroposisi.net – Penundaan pengisian Perangkat Desa di Kabupaten Blora tidak terjadi sekarang ini saja, penundaan juga pernah terjadi pada tahun 2018, ketika saat itu Bupati Joko Nugroho melakukan penundaan meskipun syarat-syarat sudah dijalani oleh para calon peserta hingga dilakukan revisi perbup no 37 tahun 2017 tentang pelaksanaan teknis Perda no 6 tahun 2016 tentang perangkat desa.
Dilansir dari infoblora yang di-update 30 Januari 2018 dengan judul berita “Pengisian perangkat desa tahun 2018 di Kab. Blora Diundur, ini alasannya dalam pemberitaan pengisian perangkat akan dilaksanakan pada bulan April 2018 diundur karena pertimbangan pertimbangan yang menjadi rawan diberbagai sisi menurut Bupati Kala itu.
Masih dilansir dari pemberitaan infoblora juga pemkab akan melakukan revisi Perbup no 37 tahun 2017 tentang pelaksanaan teknis Perda no 6 tahun 2016 tentang perangkat desa khususnya pasal tentang pencalonan yang di spesifikasikan putra daerah yang dalam hal menghasilkan perbup revisi no 36 tahun 2019 dengan pembobotan, Zonasi, pendidikan, pengabdian, ujian/ test yang miliki pembobotan berbeda pembobotan terbesar terletak pada pengabdian.
Wawancara media kabaroposisi.net dengan salahsatu perangkat desa yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, kekacauan tersebut terletak pada pembobotan pengabdian, sebab mereka berusaha mencari nilai tinggi dengan pembobotan pengabdian.
Bahkan dia mencontohkan di waktu berbeda salah peserta memiliki pengabdian ada 2 sekarang menjadi BPD jika ini dilakukan peserta tersebut bisa memiliki nilai total pembobotan sampai 50 lebih, sedang dengan pendidikan tinggi dan zonasi tinggi maksimal nilai pembobotan 38.
“Pembobotan Pengabdian ini cukup satu saja nilai tertinggi yang dipakainya jangan semua pengabdian tidak serumpun dipakai semua ini menjadikan peserta lain cemburu dan berharap untuk Kepala desa tidak mudah membuat SK SK pengabdian dan pengabdian juga harus jelas jangan karena menjadi tenaga bantu terus dapatkan SK SK, ini membuat panitia pelaksana menjadi repot karena selalu dikomplain peserta,” jelasnya. (GaS)






