Kabaroposisi.net | Jombang. Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) gelar Hari Ulang Tahun ke 44 mengambil tema ” Lebih Sehat dan Lebih Berkarya Membangun Negeri” dihadiri oleh ketua Dewan penasehat KB.FKPPI beserta pembina Seluruh jajaran pimpinan dan anggota FKPPI serta PPM Kabupaten Jombang, perwakilan Pemkab Jombang, Danramil Kota 0814, dan Kabag SDM Polres Jombang. Bertempat di PC 1314 KB FKPPI Gedung Juang jalan Gatot Subroto Jombang. Sabtu ( 17/9/2022)
Ketua FKPPI Kabupaten Jombang Fredi Lelono menyampaikan amanat ketua umum Pontjo Sutowo bahwa Peringatan Hari Ulang Tahun FKPPI kali dilaksanakan secara sederhana, mengingat situasi keprihatinan bangsa yang sedang berusaha bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
“Dalam situasi bangsa yang sulit seperti ini, tepatlah kiranya momen peringatan ulang tahun ini kita jadikan wahana untuk meneguhkan kembali visi kebangsaan sekaligus menguatkan tekad untuk lebih berkarya dalam ikut-serta membangun Bangsa dan Negara Indonesia
tercinta, ” ungkap Fredi. Lanjutnya, guna meneguhkan visi kebangsaan dan meningkatkan karya pengabdian FKPPI ikut membangun negeri ke depan dan telah menyusun tiga kelompok program periode 2021-2026, yaitu: (1) Program Konsolidasi; (2) Program FKPPI membangun Negeri, dan (3) Program Teritorial FKPPI.
“Dengan program ini, diharapkan FKPPI dapat meningkatkan upaya ikut memajukan tiga ranah kehidupan bangsa yang selama ini telah dilaksanakan melalui institusi maupun kader-kader FKPPI yang tersebar di berbagai cabang kekuasaan dan berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Sementara FKPPI dengan struktur organisasi yang tersebar sampai ke tingkat desa serta modal sosial yang dimiliki berupaya mengembangkan Program Teritorial FKPPI untuk lima tahun ke depan. Dengan program yang dikembangkan FKPPI menjadi bagian dari solusi atas defisit kemampuan sistem senjata sosial bangsa yang sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai Ancaman-Non Militer yang lebih mengemuka dewasa ini.
“Krisis pangan juga bisa mengancam Indonesia, karena banyak Negara melakukan aksi pembatasan ekspor bahkan proteksi terhadap sejumlah komoditas pangan, sehingga menyebabkan terganggunya pasokan pangan di dalam negeri. Dan apabila kondisi ini tidak diantisipasi dan dimitigasi dengan baik, tentu dapat mengancam ketahanan pangan nasional kita,” terang Fredi.
Perlu diketahui Pemerintah memang telah menyiapkan berbagai strategi dan kebijakan menghadapi kemungkinan krisis pangan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional, akan tetapi peran masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk FKPPI. Ancaman krisis
pangan yang kita hadapi saat harus menjadi Priotritas yang harus dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat terutama pada tingkat keluarga yaitu antara lain dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui home farming atau Family farming, serta ikut mengatasi masalah kehilangan pangan (food loss) dan sampah makanan (food waste) yang sangat mempengaruhi ketersediaan pangan.
Selain itu untuk meneruskan perjuangan dan cita cita pendahulu dengan membangun bangsa yang berdaulat dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah jaga NKRI, tegakkan Pancasila, dan senantiasa memperkuat komitmen kebangsaan, baik secara individu maupun organisasi, dengan didasari oleh kesadaran dan pengakuan atas kemajemukan bangsa ini, agar FKPPI mampu menjadi agen pemersatu bangsa yang sangat diperlukan dalam mewujudkan cita-cita, pungkas Fredi.(tyas)
