Kabaroposisi.net | Blora – Anggota DPRD Blora, Mochamad Mukhlisin Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengapresiasi sikap toleransi masyarakat setempat, dalam menyikapi toleransi beragama perayaan Hari Waisak dan hari-hari umat beragama lainnya.
“Sikap toleransi yang tinggi merupakan cerminan jati diri masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat Blora, ini tetap terjaga kondusifitas nya,” ungkapnya kepada awak media, Senin (05/06/2023).
Legislator DPRD Kota Blora ini menambahkan, sikap toleransi yang selalu dipegang teguh oleh masyarakat tentu sangat mempererat kerukunan antar umat beragama maupun sosial dimasyarakat.
“ Situasi ini harus dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan lagi, perbedaan bukanlah halangan untuk tetap hidup berdampingan dan rukun, serta saling menghargai antar sesama umat beragama,” tambah Cak Sin sapaan akrab Mukhlisin itu
Cak Sin mengharapkan, keharmonisan ini dapat terus terjaga di Kota Blora, tidak hanya pada momen hari Waisak saja, tapi juga hari besar keagamaan lainnya. Dengan begitu masyarakat Blora bisa menjadi kota percontohan dengan kerukunan antar umat beragama,”
“Tidak lupa saya juga memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, Satpol PP serta pihak terkait lainnya, dalam menjaga keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama pelaksanaan hari raya maupun besar beragama,” pungkasnya.
Hariyanto salah satu tokoh masyarakat Jiken dalam yang diwawancarai awak media melalui WA menyampaikan,” Toleransi beragama maupun sosial dalam masyarakat kita masih sangat bagus. Dari dasar bhinneka tunggal Ika kalimat istimewa menurut saya karena berbeda beda tapi tetap satu, berbeda agama, berbeda suku berbeda bahasa tetap satu Indonesia ini perlu toleransi tinggi dimasyarakat,” ujarnya
” Seperti yang viral di medsos biksu dari negara lain (Thailand) disambut baik masyarakat Indonesia, sebuah bukti toleransi sangat tinggi oleh masyarakat Indonesia kepada agama, suku, bahasa bahkan dari negara lain,” ungkapnya
Lebih lanjut Dia berharap sikap toleransi beragama yang sudah baik ini, untuk selalu dijaga. Hal demikian juga bisa meminimalis adanya paham paham radikal, yang juga masih ada di tengah tengah masyarakat. (GaS)






