BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan menggelar Expo Pendidikan bertema “Pendidikan Bermutu Menuju Bangkalan Berkualitas”. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, dari 2 hingga 4 Mei 2025, di Taman Wisata Sentra IKM.
Expo ini melibatkan Dewan Pendidikan (DP) serta seluruh lembaga sekolah dari 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan.
Acara berlangsung meriah sejak hari pertama dan menyuguhkan berbagai kegiatan yang disusun rapi dalam rundown dari pagi hingga malam hari.
Rangkaian acara Expo Pendidikan mencakup berbagai lomba antar siswa, penampilan seni, pemaparan visi dan misi dari masing-masing korwil kecamatan, serta pameran inovasi dan kreativitas siswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggali potensi dan kreativitas para pelajar.
Pada hari terakhir, lomba pantomim digelar dan menyedot perhatian banyak pengunjung. Para peserta menampilkan aksi ekspresif yang menghibur sekaligus menunjukkan bakat seni yang luar biasa.
Tak hanya lomba, magnet utama expo ini adalah pameran inovasi siswa. Stan-stan dari tiap kecamatan berlomba-lomba menampilkan hasil karya terbaik.
Produk yang dipamerkan mencerminkan semangat belajar dan berinovasi dari para siswa di Bangkalan.
Salah satu stan yang mencuri perhatian adalah milik Kecamatan Geger. Kecamatan ini menghadirkan berbagai produk hasil kreativitas siswa, mulai dari kerajinan tangan, teknologi sederhana, hingga media pembelajaran buatan sendiri.
Selain karya inovatif, stan Kecamatan Geger juga menyajikan makanan dan minuman khas daerah, seperti kue tradisional dan minuman herbal. Kehadiran kuliner lokal ini menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung.
Expo Pendidikan tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga sarana silaturahmi antar tenaga pendidik serta ruang refleksi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi muda. Banyak pihak menilai acara ini sukses memberi panggung kepada para siswa dan guru.
Meski demikian, Uhadi hartono, S.Pd Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Geger menyampaikan masukan terkait durasi kegiatan. Ia mengaku khawatir dengan kondisi peserta, khususnya dari wilayah jauh, yang harus menempuh perjalanan pulang setelah mengikuti rangkaian acara hingga malam hari.
“Kalau bisa ke depan jangan terlalu lama, kasihan yang dari jauh. Mereka sudah capek ikut kegiatan seharian, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat perjalanan pulang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggara harus mempertimbangkan faktor kelelahan dan keselamatan peserta. “Kalau hal yang tidak diinginkan terjadi, siapa yang bertanggung jawab? Jadi mohon diperhatikan masalah waktu dan lamanya acara,” tambahnya.
Lanjut harapannya, “Expo Pendidikan ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan peningkatan kualitas, namun juga memperhatikan aspek kenyamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat” pungkasnya (fin)
