Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Indonesia tempo dulu dikenal dengan sebuah negara yang punya peradaban hidup masyarakatnya menjunjung tinggi pola hidup bergotong- royong. Seiring dengan perubahan jaman yang dibarengi dengan kemajuan tehnologi dan perlahan dibuntuti masuknya budaya asing. Pola hidup gotong-royong tidak se kental jaman dulu, lebih kepada pola hidup individualisme.
Namun demikian masih ada terlihat pola hidup gotong-royong di daerah-daerah pedesaan yang masyarakatnya masih kuat mempertahankan budaya hidup leluhurnya. Seperti misal terlihat di Dusun Kendal Desa Sragi Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Hari ini Minggu 25/5/2025, gotong-royong melakukan kegiatan pengecoran untuk pengadaan fasilitas tempat wudlu di Masjid Baitul Hasanah.
Tertarik melihat antusias masyarakat Kendal bahu membahu melakukan pengecoran, awak media konfirmasi salah satu tokoh bernama Gunawan yang ternyata Sekdes Sragi. Merespon pertanyaan awak media Gunawan (Sekdes Sragi) menyampaikan,
“Alhamdulillah mas kami warga bisa mengupayakan fasilitas tempat wudlu untuk jama’ah putri di Masjid kami. Sepengetahuan saya warga Kendal sejak dulu sampai sekarang masih mengutamakan gotong royong dalam setiap kegiatan apapun. Masjid ini terbangun juga karena semanat gotong-royong, yang tentu anggaran tidak sedikit itu. Warga Kendal tidak pernah sulit diajak swadaya apalagi untuk kepentingan tempat ibadah mas”, tutur Gunawan.
Ditambahkan oleh Gunawan, setidaknya budaya gotong-royong di lingkungannya terpelihara sampai sekarang. Bisa mengedukasi anak-anak muda di desanya, bahwa kebersamaan, kerukunan, dan gotong-royong. Bisa jadi solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan sekecil apapun. Harapannya, semoga budaya hidup gotong-royong di lingkungannya terus berjalan menurun pada anak-anak cucunya. (r35).






