Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Guyuran hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Songgon dan sekitarnya, membuat aliran Sungai Badeng debit airnya mengalami peningkatan yang signifikan. Kuat arus Sungai Badeng membawa lumpur dan bebatuan juga material limbah pepohonan.
Amuk arus Sungai Badeng kikis tebing-tebing sungai sekitar area hutan pinus hingga ke hilir. Informasi terbarunya datang dari Kepala Desa Sumberbulu M. Sarengat Kecamatan Songgon. Mengabarkan tebing Jembatan SMPN Songgon mengalami ambrol. Sehingga harus dipasang police line sebagai rambu-rambu agar pengguna jalan yang melintas hati-hati.
Menurut M. Sarengat, bila dalam beberapa hari ke depan deras arus sungai Badeng tidak mengalami penurunan. Maka bisa dimungkinkan akan terjadi ambrol susulan pada tebing sayap Jembatan. Alternatifnya menurut M. Sarengat untuk sementara bisa dilakukan bronjongisasi agar tidak meluas. Sayangnya dalam kondisi debit dan arus arus masih kuat, tidak memungkinkan untuk dilakukan perbaikan.
Sementara Kepala Desa Songgon M. Qoderi, SH kepada awak media menginformasikan tentang Jembatan di belakang Pasar Songgon akses warga ke Dusun Gumuk Candi putus total diterjang banjir di aliran sungai Binau. Berikut dijelaskan oleh M. Qoderi, jembatan dimaksut bisa dibilang jadi akses vital masyarakat yang melakukan aktivitas pertanian dan kebun. Juga akses warga yang membawa barang dagangan ke Pasar dan anak-anak sekolah.
Masih kata M. Qoderi, memang benar masih ada jalan alternatif lain, hanya saja jarak tempuhnya sedikit lebih jauh. Oleh karena itu agar jembatan di belakang Pasar Songgon itu bisa berfungsi kembali. M. Qoderi mengaku akan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait seperti Kecamatan, BPBD juga Dinas Pekerjaan Umum (PU). Agar ada solusi untuk dilakukan perbaikan dalam waktu dekat ke depan. (r35).






