Presiden Sarbumusi Apresiasi DPC Ngawi dalam Sarasehan Investasi Daerah

Oplus_131072

Kabaroposisi, Ngawi – Presiden Sarbumusi memberikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarbumusi Kabupaten Ngawi yang menggelar kegiatan sarasehan pada Kamis (21/8/25) di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi. Acara tersebut menjadi perhatian karena mengusung tema kolaborasi buruh, pemerintah daerah, dan investor dalam menumbuhkan investasi.

Menurut Presiden Sarbumusi, kegiatan sarasehan yang diinisiasi DPC Ngawi menjadi terobosan penting di tingkat daerah. Ia menyebut pengurus cabang Ngawi satu-satunya yang mampu menggandeng pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan investasi selama ia menjabat. Hal ini dinilainya sebagai langkah strategis bagi masa depan ekonomi setempat.

“Bagi saya kegiatan ini sangat istimewa, karena selama menjabat sebagai presiden sarbumusi, baru pengurus Kabupaten Ngawi yang berkomitmen menumbuhkan investasi daerah,” kata presiden Sarbumusi Irham Ali Saifudin.

Dalam pandangannya, serikat buruh tidak semata-mata mengurusi kepentingan pekerja. Ia menegaskan, kehadiran serikat juga penting untuk mendukung investor yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan investasi, terutama di sektor industri yang membuka banyak lapangan kerja.

“Serikat buruh sebenarnya tidak hanya mengurusi pekerja, tetapi juga memperhatikan investor yang berpotensi menumbuhkan investasi di daerah,” ujarnya.

Irham juga menyampaikan, pemerintah daerah Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar dalam upaya mengurangi pengangguran. Menurutnya, dengan adanya dukungan dari sektor industri, perkembangan ekonomi lokal dapat tercapai lebih cepat dan berkelanjutan.

“Apa yang disampaikan dari pemerintah daerah, Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar untuk mengurangi pengangguran dan tumbuhnya perekonomian dari sektor industri,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara buruh, pemerintah daerah, dan investor. Menurutnya, hanya dengan kolaborasi yang kuat pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat diwujudkan, sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan antar pihak.

“Kita berharap ada kolaborasi antara buruh dan investor serta pemerintah daerah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngawi,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan klasik berupa konflik antara buruh dan pengusaha sering muncul di berbagai daerah. Dalam hal ini, Sarbumusi mengambil posisi moderat untuk menjadi jembatan penyelesaian masalah serta menjaga hubungan industrial tetap harmonis.

“Di sisi lainnya, konflik antara buruh dan pengusaha sering terjadi. Sehingga di sinilah salah satu peran sarbumusi sebagai Serikat kerja yang selama ini lebih berada pada posisi moderat,” pungkas Irham Ali Saifudin. (RYS)

Pos terkait