Warga Apresiasi Transparansi Pemerintah dalam Proyek Jalan APBN di Banjarejo

Kabaroposisi.net | Blora – Guna memastikan kelancaran pembangunan jalan yang melintasi tiga desa, Pemerintah Kecamatan Banjarejo menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Rapat yang digelar pada Selasa (22/9/2025) ini bertujuan menyinkronkan proses pembangunan jalan di Desa Bacem, Mojowetan, dan Balongsari agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Plt. Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menegaskan bahwa pembangunan sebagai Fasilitas Umum (Fasum) ini memerlukan sinergi semua pihak. “Intinya, jalan ini untuk masyarakat. Semua pihak harus bisa bersinergi agar tujuan kita, yaitu semua dapat menikmati hasil pembangunan, dapat tercapai,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Heksa menjelaskan, rapat yang dihadiri oleh kontraktor pelaksana, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten, Polsek, Koramil, dan perwakilan perusahaan setempat, fokus pada rekayasa lalu lintas selama masa konstruksi. “Kita mendiskusikan langkah terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan. Alhamdulillah telah dicapai kesepakatan untuk penataan yang memastikan usaha tetap berjalan dan masyarakat dapat segera menggunakan jalan yang baru,” jelasnya.

Sebagai solusi, telah disepakati beberapa jalur alternatif untuk mengatasi dampak terhadap akses warga. “Tersedia banyak alternatif, tadi saya bersama Kapolsek juga telah melihat langsung kondisi di lapangan,” imbuh Heksa, seraya menyebutkan bahwa jalur alternatif tersebut akan melintasi jalan desa di Balongsari dan Bacem.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini dikelola oleh Dinas PU Kabupaten dan akan berlangsung selama 116 hari kalender, dari 22 Agustus hingga 15 Desember 2025. Dengan koordinasi ini, Pemerintah Kecamatan berharap pembangunan dapat berlangsung kondusif dan memberikan manfaat optimal.

Dukungan dari Masyarakat

Sikap proaktif pemerintah mendapat apresiasi dari warga. Mashuri, seorang warga yang akrab disapa Heri Owner Gafa, menyatakan dukungan penuh atas hasil diskusi tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak untuk mencari solusi terbaik, terbaik untuk warga sekaligus terbaik untuk pihak rekanan. Prinsipnya, kami mendukung Program Pemerintah Kabupaten Blora tentang percepatan pembangunan, akan tetapi jangan sampai dalam proses pengerjaan ada yang dirugikan,” ungkap Heri.

Dukungan dari masyarakat seperti ini diharapkan dapat menciptakan kemudahan dalam pelaksanaan proyek, sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati bersama tanpa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *