Kabaroposisi.net | Blora – Pemerintahan desa Sendangwungu, 23 September 2025, Pemerintah mengambil langkah strategis untuk memacu perekonomian sekaligus meningkatkan derajat kaum disabilitas dengan menyelenggarakan Pelatihan Membatik. Kegiatan yang digelar pada hari ini dihadiri oleh warga, khususnya para ibu dan teman-teman disabilitas, sebagai bentuk komitmen pemerintah desa untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
Kepala Desa Sendangwungu, Iswari, dalam sambutannya menegaskan komitmennya agar pelatihan ini tidak hanya seremonial belaka. “Kami bertekad untuk mendukung penuh para peserta, terutama ibu-ibu, agar skill yang didapat dikembangkan sepulangnya dari pelatihan. Tujuannya jelas, agar kegiatan ini tidak muskul (sia-sia), tetapi benar-benar berguna dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Yang membuat pelatihan ini unik adalah pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Eko Agus Winarno, Direktur BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Titis sari Sendangwungu, menjelaskan bahwa pelatih dalam kegiatan ini adalah seorang teman disabilitas asal Sendangwungu yang telah mahir dalam membatik. “Kita memberdayakan yang sudah ahli untuk melatih yang lain. Ini adalah bentuk inklusi yang nyata. Harapan jangka panjangnya, kita bisa mewujudkan Sendangwungu sebagai kampung industri batik,” jelas Eko.
Visi ke depan yang digariskan oleh BUMDes bahkan lebih jauh lagi, tidak hanya sekadar memproduksi batik. Eko Agus Winarno memaparkan rencana besar untuk menciptakan identitas desa melalui motif batik yang khas. “Kita akan mengembangkan satu motif, untuk sementara kita usung motif ‘Bunga wungu’. Motif ini nantinya akan kita daftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai kekayaan desa. Ini penting dalam ekonomi kreatif,” paparnya.
Motif “Bunga Wungu” yang terinspirasi dari flora khas daerah tersebut rencananya akan menjadi identitas visual Desa Sendangwungu. “Motif ini bisa menjadi seragam bagi perangkat desa dan BUMDes, sekaligus menjadi produk unggulan yang kita pasarkan. Dengan adanya HAKI, kita punya nilai jual dan ciri khas yang kuat,” tambah Eko.
Pelatihan ini menjadi titik awal yang konkret bagi Pemerintah Desa Sendangwungu dalam mewujudkan dua tujuan sekaligus: pemberdayaan ekonomi kelompok rentan dan pembangunan identitas desa yang berdaya saing. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan warga, Sendangwungu berjalan mantap menuju masa depan yang lebih mandiri dan inklusif.(GaS)
