KABAROPOSISI.NET|Banyuwangi, – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berhasil melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur drainase dan irigasi modern di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Pengabdian Kepada Masyarakat dengan sumber pendanaan Mandiri Tahun Anggaran 2025, yang menjadi wujud nyata komitmen Poliwangi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis kebutuhan lokal masyarakat desa.
Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Puthut Omar Satriawan, S.T., M.T., dengan anggota Zulis Erwanto, S.T., M.T. dan Akhmad Taufik Aditama, S.T., M.T., serta didukung oleh mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, Jurusan Teknik Sipil Poliwangi.
Kegiatan dimulai dengan survei teknis dan observasi lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan genangan air dan kerusakan saluran irigasi sawah.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar saluran pembuangan air hujan di Desa Labanasem tidak berfungsi optimal, mengakibatkan genangan di area permukiman dan lahan pertanian.
Selanjutnya, dilakukan dialog partisipatif bersama Kepala Desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat guna menentukan lokasi prioritas dan jenis konstruksi yang sesuai. Dari hasil musyawarah, disepakati penerapan saluran U-Ditch precast dan buis beton karena dinilai lebih kuat, tahan lama, serta mudah dalam proses perawatan dan pemasangan.
Proses pembangunan dilaksanakan secara swadaya dan gotong royong antara tim dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
Mahasiswa turut berperan dalam pengukuran, pemasangan, serta pengawasan teknis di lapangan—menjadikan kegiatan ini sebagai laboratorium nyata penerapan ilmu teknik sipil di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim berhasil menghasilkan produk infrastruktur fungsional berupa saluran U-Ditch Precast sepanjang 15 meter (25 unit) untuk pembuangan air hujan dan saluran irigasi sawah dari buis beton sepanjang 15 meter (15 unit).
Produk U-Ditch precast yang diterapkan merupakan hasil inovasi rekayasa berbasis kampus yang dirancang untuk efisiensi drainase dan keandalan struktural.
Bentuknya memungkinkan aliran air lebih cepat dan terarah, sekaligus meminimalkan risiko tersumbat oleh sedimen. Sedangkan buis beton irigasi digunakan untuk memperlancar pengairan sawah secara gravitasi agar distribusi air ke petak sawah lebih merata.
Setelah pemasangan selesai, hasil uji lapangan menunjukkan bahwa saluran bekerja dengan sangat baik. Genangan air di area permukiman berkurang signifikan, dan pengairan sawah kini lebih lancar. Petani dapat mengatur pola tanam secara lebih teratur tanpa khawatir kekurangan air pada musim kering atau terhambat genangan saat musim hujan.
Kepala Desa Labanasem, Maimun Ali Nasih, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada tim Poliwangi yang telah membantu masyarakatnya.
“Pembangunan saluran U-Ditch ini benar-benar membawa perubahan bagi Desa Labanasem. Kami berharap ke depan, Poliwangi dapat kembali bermitra dengan kami untuk mengembangkan saluran serupa di area irigasi lainnya,” ujar kades.
Sementara itu, Bapak Saibudin, sebagai mitra penerima manfaat dan perwakilan kelompok tani, memberikan kesan positif atas hasil yang telah diterima.
“U-Ditch hasil pendampingan Poliwangi ini sangat membantu. Konstruksinya kuat dan air mengalir lancar. Petani merasa lebih tenang karena tidak ada lagi sawah yang tergenang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Poliwangi tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dosen dan mahasiswa berperan aktif dalam proses perencanaan, desain, hingga implementasi, sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna di lapangan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis akademik dan partisipatif dapat melahirkan inovasi infrastruktur sederhana namun berdampak besar. Harapannya, model pelaksanaan ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Banyuwangi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan daerah. (Red)
