Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Hari ini Minggu 2 Nopember 2025 sekira pukul : 10:00 Wib sampai selesai, berlangsung Rapat Koordinasi (Rakor) oleh Serikat Buruh Tambang (SERBU TAMBANG) Banyuwangi. Rakor digelar di kediaman M. Vahid Faiq selaku Ketua Umum SERBU TAMBANG Banyuwangi, tepatnya di Dusun Sukosari/Glundengan Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi.
Hadir dalam Rakor tersebut sejumlah Pengusaha Tambang dan sejumlah perwakilan/korlap pekerja armada material (Dump Truck) dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Rakor yang isinya adalah diskusi dan pengambilan kesepakatan itu, dipimpin langsung oleh M. Vahid Faiq selaku Ketua Umum SERBU TAMBANG Banyuwangi.
Dalam muqaddimahnya M. Vahid Faiq menjelaskan tentang maksud dan tujuan diadakannya Rakor tersebut. Yaitu dalam rangka mengakomodir apa yang menjadi aspirasi para Penambang juga para pekerja armada Dump Truck. M. Vahid Faiq juga menjelaskan betapa pentingnya kompak dan loyal dalam berorganisasi. Setidaknya dengan kompak dan loyal dalam berorganisasi, bila ada persoalan sekecil apapun bisa dimusyawarahkan dan dicarikan solusinya bersama-sama.
“Kita dalam berorganisasi harus kompak dan loyal, jangan hanya ketika ada masalah di lapangan ujuk-ujuk minta organisasi untuk membantu carikan solusi penyelesaian. Sementara ketika dibutuhkan organisasi diundang rapat saja tidak mau hadir tanpa keterangan apapun, ini tidak adil”, tegas Faiq.
Dalam kesempatan tersebut Faiq juga menekankan kepada Penambang yang belum sama sekali tidak mengurus ijin. Dihimbau untuk segera mengurus ijin secara bertahap sebagai bukti bahwa ada etikat baik taat pada aturan.
Agar benar-benar demokrasi dalam forum tersebut, Faiq memberikan kesempatan baik kepada perwakilan Penambang juga kepada perwakilan/korlap pekerja armada Dump Truck. Untuk menyampaikan aspirasi dan kendala apa saja yang dialami selama melakukan aktivitas di lapangan. Kesempatan pertama diberikan kepada perwakilan/korlap pekerja armada Dump Truck.
Salah satu korlap armada Dump Truck ada yang mengusulkan, kalau bisa Penambang yang ada di wilayah Banyuwangi bisa beroperasi semua. Karena bila penambang yang boleh oprasi hanya beberapa saja, pekerja Dump Truck tidak bisa melayani kebutuhan konsumen tepat waktu. Karena lokasi tambang yang buka terbatas atau dibatasi waktu habis untuk mengantri, sehingga dapat komplain dari konsumen terancam kehilangan pelanggan.
“Daripada ada yang boleh oprasi ada yang tidak boleh oprasi, sementara kami para pekerja material Dump Truck jadi korban. Mending semua ditutup saja atau kita demo besar-besaran tuntut sebagai warga negara punya hak memenuhi hajat hidup yang layak”, lontar salah satu pekerja/korlap Dump Truck.
Selain itu pekerja/korlap Dump Truck meminta kepada Penambang untuk tidak diskriminatif, yaitu sesama konsumen Dump Truck jumbo agar bisa dilayani ketika beli material pasir. Karena persoalan itu bisa memicu terjadinya cemburu sosial yang bisa berakibat terjadinya ketidakadilan terhadap sesama pekerja material. Termasuk soal harga, perwakilan pekerja/korlap armada Dump Truck, meminta agar diseragamkan. Jangan karena persaingan tidak sehat, harga dimainkan seenaknya sehingga ada yang dirugikan.
Sementara dari pihak perwakilan Penambang yang merasa belum atau masih dalam proses pengurusan ijinnya. Merespon himbauan Faiq selaku Ketua Umum, minta toleransi tenggat waktu kurang lebih 2 bulan untuk menyelesaikan proses pengurusan ijinnya. Namun demikian para Penambang memohon kepada Pemerintah yang terkait. Agar proses pengurusan ijin tidak berbelit-belit apalagi dipersulit serta terlalu lama penyelesaiannya.
Sebelum rakor diakhiri, Faiq selaku Ketua Umum sekali lagi meminta dan menegaskan agar baik para pekerja material (Dump Truck) maupun Penambang kompak dan rukun. Serta komitmen untuk menjaga kondusifitas, sehingga tidak ada persoalan yang mengganggu aktivitas mencari nafkah. Terlebih kata Faiq, pastikan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tambang tidak ada masalah, jalankan apa yang menjadi kewajiban sosialnya sebagai yang punya kegiatan usaha.
Tentang usulan perwakilan/korlap Dump Truck yang meminta agar lokasi tambang yang ada di Banyuwangi bisa beroperasi semua. Faiq berjanji akan mengkoordinasikan dengan para pihak yang punya kewenangan dan berkompeten di Pemerintahan baik Kabupaten juga Provinsi. Tapi sekali lagi Faiq menegaskan, agar para Penambang beretika baik mau mengurus ijin lebih lanjut.
Mengakhiri penyampaiannya merespon usulan-usulan forum, Faiq dengan tegas mengatakan. Bila ternyata komunikasi dan koordinasi untuk mendapatkan solusi tidak terwujud. Maka kata M. Vahid Faiq selaku (Ketum SERBU TAMBANG) Banyuwangi, alternatif terakhir tidak ada lain yaitu akan gelar aksi demo besar-besaran. (r35).
