Warga Jiken Pro-Investasi, tapi Tegas Minta Temui Bapak Lim dan Siap Blokade Jika Tuntutan Diabaikan

Kabaroposisi.net | Blora – Polemik operasional PT Pentawira Agraha Sakti di Desa Jiken, Blora, kembali menguat. Warga menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan bukanlah penolakan terhadap investasi, melainkan desakan agar perusahaan mematuhi aturan, bersikap transparan, dan mau berdialog langsung dengan masyarakat.

Penegasan ini disampaikan oleh Galuh WP, perwakilan warga Desa Jiken, usai memimpin aksi damai di depan lokasi operasi PT Pentawira Agraha Sakti pada Jumat (14/11). Menurutnya, aksi muncul karena dugaan ketidaklengkapan perizinan, tidak seriusnya penanganan dampak lingkungan, serta minimnya kesempatan kerja bagi warga lokal.

Galuh menepis narasi bahwa warga berupaya menghambat investor. Ia menyatakan masyarakat justru menyambut industri, asalkan perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan sosialnya.

“Kami, warga Desa Jiken, tidak menolak investasi. Justru kami mendukung industri yang benar dan taat aturan,” tegas Galuh. “Tapi dukungan itu bersyarat. Semua harus jelas—izin lengkap, pengelolaan lingkungan yang benar, dan kesempatan kerja yang transparan untuk warga lokal.”

Selain itu, Galuh menyampaikan satu poin penting yang kini menjadi tuntutan baru warga: pertemuan langsung dengan pimpinan perusahaan, Bapak Lim. Warga menilai dialog terbuka sangat dibutuhkan untuk menyampaikan keberatan dan menyepakati solusi.

“Kami minta Bapak Lim hadir dan bertemu langsung dengan warga. Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan komitmen perusahaan,” ujarnya.

Adapun tuntutan warga kini mencakup empat poin utama:

1. Kepatuhan Perizinan: Penyelesaian seluruh dokumen perizinan, termasuk AMDAL/DPLH dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang disebut masih menjadi persoalan.

2. Penanganan Dampak Lingkungan: Pengendalian polusi debu dan kebisingan yang dirasakan warga Ring 1.

3. Transparansi Ketenagakerjaan: Rekrutmen tenaga kerja lokal yang terbuka, adil, dan sesuai janji awal perusahaan.

4. Pertemuan dengan Pimpinan: Warga menuntut kehadiran langsung Bapak Lim untuk dialog dan penjelasan komitmen perusahaan.

Sementara itu salah satu manager pihak perusahaan Pentawira Alfin menyampaikan berusaha mempertemukan warga dengan bapak Lim ketika menemui para warga desa jiken yang melakukan demo.

Galuh menegaskan bahwa warga tetap mengedepankan jalur damai. Namun, jika permintaan ini kembali diabaikan, masyarakat siap mengambil langkah lanjutan.

“Kalau tidak ada itikad baik dari perusahaan, termasuk hadirnya Bapak Lim, warga siap melakukan blokade akses menuju lokasi. Ini bukan ancaman, tapi bentuk keseriusan kami agar suara warga tidak lagi diabaikan,” tegasnya.

Warga berharap tuntutan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran industri harus berjalan selaras dengan aturan dan kesejahteraan masyarakat sekitar, bukan sebaliknya. (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *