Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Di Kabupaten Banyuwangi kerap kali aspirasi masyarakat tentang kerusakan infrastruktur jalan disuarakan. Ada yang dengan cara melakukan aksi protes tanam pohon pisang di jalan, ada yang melalui pemberitaan di media. Bahkan yang sering dilakukan adalah diusulkan dalam setiap agenda tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
“Setiap ada Musren pasti kami usulkan mas, bahkan kepada anggota DPRD juga kami mohonkan untuk dapat dukungan dari Pokirnya. Warga pernah aksi protes tanam pohon pisang di jalan, karena masih tidak ada respon warga kembali berencana akan lakukan aksi yang sama. Kami selaku Pemerintah Desa berusaha meredam rencana warga, karena Bu Bupati wanti-wanti kepada Kepala Desa se Banyuwangi saat diacara Halal Bi Halal, agar soal jalan rusak warganya tidak melakukan aksi tanam pohon pisang”, ungkapnya.
“Jalan mulai dari Kedunglewung Desa Kemiri menuju SMP Negeri Mambaul Falah, Dusun Umbulrejo menuju kantor desa Sumberbaru ini kerusakannya parah mas. Seingat saya kalau tidak salah belasan tahun sebelum Pak Kades Yudi ini menjabat jalan sudah rusak. Maksut saya, petugas dari Dinas PU Banyuwangi turun ke lapangan main-main ke Sumberbaru biar tahu kondisi jalannya seperti apa”, tutur tokoh yang tidak mau disebut namanya di media itu.
Pengamatan media, jalan Kabupaten yang ada di Desa Sumberbaru, adalah akses utama anak-anak sekolah dari Kecamatan Songgon. Yang menempuh pendidikannya di SMP Negeri Mambaul Falah, dan sekolah-sekolah lain yang ada di wilayah Kecamatan Singojuruh.
Di akhir penyampaiannya Kepala Desa Sumberbaru Eko Wahyudi, untuk ke sekian kalinya melalui media, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi/Dinas terkait. Agar jalan Kabupaten yang membentang di desanya segera dilakukan perbaikan demi kenyamanan akses warga dan anak sekolah. (r35).
