Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Bermula dari sebuah diskusi kecil yang dilakukan oleh Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH, Plt. Camat Singojuruh Drs. Anas Sugiharto, Danramil Singojuruh Kapten Inf Misdari, dan tokoh masyarakat. Muncullah sebuah gagasan untuk diadakan sosialisasi, edukasi, dan simulasi tanggap darurat bencana terhadap masyarakat.
Hal tersebut terinspirasi dari beberapa kejadian karena hukum alam dengan sebutan lain bencana yang kerap kali terjadi saat kondisi cuaca ekstrim. Seperti misal tanah longsor, pohon tumbang, dan yang paling parah pernah terjadi banjir bandang di Desa Alasmalang. Terlebih wilayah Kecamatan Singojuruh masuk wilayah ring dua terdampak bila terjadi erupsi Gunung Raung.
Potret peristiwa dan kondisi itulah yang kemudian dijadikan alasan Kapolsek Singojuruh bersama unsur Forpimka dan toko masyarakat. Bersepakat untuk membentuk suatu wadah masyakrat yang peduli kebencanaan dengan sebutan Kampung Siaga Bencana (KSB). Dalam rangka itu dihelarlah rapat koordinasi di pendopo Kecamatan Singojuruh Selasa 16 Desember 2025.
Rapa koordinasi dipimpin langsung oleh unsur Forpimka Plt. Camat Drs. Anas Sugiarto, Kapolsek singojuruh AKP Ahmad Rudy, SH, dan Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf. Misdari. Dilibatkan dalam rakor para Kepala instansi lintas sektor,Kepala Desa se Kecamatan Singojuruh, dan unsur Linmas. Plt. Camat pada kesempatan tersebut mengajak semua komponen di Kecamatan Singojuruh mendukung pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Kapolsek AKP Achmad Rudy, SH sekilas menjelaskan betapa pentingnya keberadaan wadah kebencanaan. Dengan harapan bila terjadi bencana setidaknya sudah ada yang lebih awal melakukan penanggulangannya. Siapapun tidak ada yang menginginkan terjadinya bencana, tidak ada salahnya bila sedia payung sebelum hujan.
Seirama dengan yang lain, Danramil Singojuruh Kapten Inf. Misdari mengapresiasi sekali bahwa pada kesempatan tersebut. Ada kesamaan pola pikir untuk peduli terhadap keselamatan sesama khusunya yang berkaitan dengan bencana. Sementara Mura’i Ahmad, SE., SH., MH mewakili Kepala Desa se Kecamatan Singojuruh menyambut baik dan mendukung dibentuknya Kampung Siaga Bencana.
Sekilas disampaikan oleh Mura’i Ahmad, bahwa benar di Desa ada fasilitas anggaran tanggap darurat bencana. Hanya besarannya tidak seberapa, sehingga kadang ada sebuah kejadian di masyarakat yang tidak terkafer anggaran dicarikan solusi lain. Pasalnya kata Mura’i Ahmad, berharap keberadaan KSB sedikit membantu solusi bila ada bencana lokal/sosial yang menimpa masyarakat.
Dan buah dari diskusi kecil Kapolsek Singojuruh, Plt. Camat Singojuruh, dan Danramil 0825/13 Singojuruh bersama tokoh masyarakat. Hari ini Jumat 18 Desember 2025 sekira jam : 12:00 Wib digelar acara sosialisasi, edukasi, dan simulasi kebencanaan di Korsda Singojuruh. Yang di sepakati bersama dibentuklah Kampung Siaga Bencana “SINGOMANJURUH”. (r35).






