Kabaroosisi.net.|BANYUWANGI – Warga Dusun Kumbo Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, Selasa 20 Januari 2026 sekira pukul : 06:00 Wib. Digegerkan dengan kejadian ditemukannya salah satu warga yang akhiri hidupnya dengan cara gantung diri di jendela kamar rumah tinggalnya.
Atas dasar laporan dari warga setempat kepada Bhabinkamtibmas Desa Gumirih, satuan Polsek Singojuruh dibawah komando Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy, SH. Gandeng petugas medis dari Puskesmas Singojuruh juga Babinsa datangi lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari hasil TPTKP dan olah TKP diperoleh informasi kronologis kejadian dari saksi sebagai berikut. Bahwa pada hari Selasa 20 Januari 2026 sekira pukul : 06.00 Wib, warga bernama Suriah (65 thn), hendak membangunkan Junaidi (47 thn)/ korban yang sedang tidur di kamarnya. Namun pada saat mau dibangunkan Suriah melihat kondisi korban sudah dalam posisi tergantung di jendela kamarnya leher terikat oleh ikat pinggang sepanjang 90 Cm.
Mengetahui hal tersebut Suriah panik memanggil Supriyono (45 thn) untuk memastikan korban apakah masih bisa ditolong atau sudah meninggal dunia. Setelah dipastikan korban sudah meninggal dunia, maka disampaikanlah peristiwa tersebut kepada Mulyadi (Kepala Dusun Kumbo). Selanjutnya pada sekira pukul : 06:30 Wib, dilaporkanlah kejadian tersebut ke Polsek Singojuruh.
Sekilas diperoleh dari sumber informasi, petugas dari Polsek Singojuruh di TKP dan petugas medis Puksesmas Singojuruh. Mencatat keterangan para saksi, melakukan identifikasi, evakuasi dan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Hasilnya bahwa korban mengakhiri hidupnya murni karena bunuh diri, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Karena pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, maka dimunculkan surat pernyataan dari pihak keluarga untuk tidak ada upaya hukum di kemudian hari. Selanjutnya setelah dilakukan identifikasi secara lengkap, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakamannya.
Secara terpisah Kapolsek Sibgojuruh AKP Achmad Rudy, SH saat dikonfirmasi menyampaikan turut berduka dan sedikit menyampaikan pesan moral.
“Saya atas nama Polsek Singojuruh, turut berduka atas kejadian ini. Semoga almarhum diterima amalnya dan diampuni dosa semasa hidupnya. Kepada pihak keluarga yang ditinggalkan semoga Allah Swt berikan ketabahan dan kekuatan iman. Saya selaku Kapolsek berpesan, agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas wilayah masing-masing. Kalau ada persoalan sekecil apapun di masyarakat hendaknya tidak segan-segan komunikasi dan kordinasi dengan kami. Sehingga kami bisa melakukan hal-hal yang mungkin bisa antisipasi atau mencegah secara dini apapun yang terjadi di masyarakat”, ungkapnya.
Mura’i Ahmad, SE., SH., MH selaku Kepala Desa pedan moralnya kepada warganya mengatakan.
“Hidup ini tak luput dari ujian Allah Swt, tinggal kita bagaimana ikhtiarnya agar kita bisa melewati ujian itu dengan baik. Ketika kita sudah melakukan ikhtiar kok ternyata ada sesuatu terjadi di luar kemampuan nalar manusia, maka itulah takdir. Oleh karena itu saya harap mari kita lapang dada dan ikhlas menerima kenyataan ini, doakan almarhum semoga diterima di sisi Allah Swt.”, tutur dan pesanya. (r35).






