Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Ratusan Kicau Mania banjiri RBK ARENA Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Sabtu 24 Januari 2026. RBK adalah Rumah Budaya Kebo-Keboan yang digagas oleh tokoh budaya Alasmalang bersebutan nama H. Gunawan (Almarhum). Alm. H. Gunawan dikenal oleh masyarakat sosok tokoh yang sangat peduli dengan kegiatan adat Kebo-Keboan Alasmalang.
Dengan tidak bermaksut mengurangi esensi daripada RBK yaitu sebagai Rumah Budaya Kebo-Keboan, H. Irawan yang tak lain adalah adik kandung Alm. H. Gunawan. Mengabadikan sebuah tempat budaya peninggalan kakaknya, dengan menambah nilai manfaat keberadaan RBK. Yaitu memfasilitasi para “Kicau Mania” yang ada di Kabupaten Banyuwangi, unjuk kebolehan burung gacoannya dalam sebuah lomba.
H. Irawan dalam keterangannya bahwa kegiatan lomba kicau burung digelar di RBK peninggalan Almarhum kakaknya. Setidaknya punya nilai manfaat bagi masyarakat, paling tidak dengan diketahuinya ada Rumah Budaya Kebo-Keboan (RBK). Masyarakat luar mengetahui bahwa Alasmalang konsisten mempertahankan dan memelihara adat budaya tinggalan para pendahulunya.
Terlebih memang memelihara burung juga merupakan budaya masyarakat Banyuwangi, bukan hanya sekedar hobi belaka. Tak hanya itu, memelihara dan memiliki burung kicau yang bagus dan berkualitas bisa jadi simbol status sosial dan prestasi tersendiri bagi masyarakat tertentu. Bahkan tak jarang burung kicau yang bagus apalagi sering sandang gelar juara dalam kontestasi punya nilai ekonomi yang tinggi.
Sebagaimana disampaikan oleh salah satu peserta lomba yang tak lain adalah Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy.
“Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi yang dikemas melalui sebuah lomba kicau burung. Di kegiatan ini kita saling mengenal, dan saling bertukar informasi. Dalam lomba ini bukan soal hadiahnya, tapi pengakuan kualitas burung dan jadi juara yang penting. Dan itu jadi kebanggaan sendiri bagi pemilik burung, karena memang memelihara burung jadi bagus dan berkualitas tidak mudah. Sisi lain, punya burung kicau yang bagus apalagi sering dapat gelar juara, maka otomatis burungnya punya nilai jual tinggi”, tuturnya.
H. Abdul Munir Kepala Desa Alasmalang mengapresiasi kegiatan Gantangan RBK dengan jargonnya “Kecil Bersayap, Besar Dalam Berprestasi”. Kata H. Abdul Munir (Kades), kegiatan gantangan burung kicau di RBK menambahi potensi budaya di desanya. Selain itu Kades, memelihara burung berkicau bisa menjadi hiburan bagi masyarakat, bahkan bisa menghilangkan stres.
“Kegiatan ini saya katakan nambahi potensi budaya di desa Alasmalang, yang bila ke depan semakin ramai punya imbas ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sepertinya saya berminat untuk adakan lomba burung kicau Kades Cup. Nanti saya akan koordinasi kerjasama dengan H. Irawan bagaimana tehnik penyelenggaraanya. Saya amati warga Alasmalang juga banyak yang memelihara burung kicau, artinya ini kan termasuk budaya”, ujarnya.
Informasi yang awak media tangkap, pada gantangan burung kicau RBK Arena tersebut. Didatangkan para juri handal yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Mereka adalah orang-orang yang punya keahlian khusus di bidangnya, dan sarat pengalaman menjadi juri dalam kontestasi-kontestasi burung kicau. Yang dilombakan di RBK Arena tersebud adalah jenis kicau burung Cucak Ijo dan Murai Batu. (r35).






