Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Jalan nasional jalur Rogojampi, Lemahbangkulon, Alasmalang, Genteng bisa dibilang ramai lalu-lalang segala jenis kendaraan saban harinya. Sudah menjadi rahasia umum laju kendaraan di jalur raya nasional cukup tinggi mulai dari 60 hingga 100 Km/jam.
Di jalur raya sebagaimana disebut sebelumnya ada simpang empat (perempatan) jalan tugu patung adat budaya Kebo-Keboan, tepatnya di Dusun Wonorokso Desa Alasmalang. Yang mana posisinya sangat dekat dengan fasilitas pendidikan SDN 1 Alasmalang. Yang artinya di jalur tersebut pada jam-jam tertentu ramai mundar-mandir anak-anak ke dan dari sekolah.
Menurut warga setempat di perempatan tugu patung Kebo-Keboan Dusun Wonorokso itu kerap kali terjadi kecelakaan. Termasuk salah satunya insiden kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu 25 Januari 2026.
Ide dan gagasan permintaan pemasangan traffic ligh disampaikan oleh Budi di salah satu grup Whats App tokoh masyarakat Kecamatan Singojuruh.
“Mohon ijin pemikiran bersama, perempatan Wonorokso Alasmalang perlu perlu perhatian serius. Dalam bulan Desember 2025 sampai Januari 2026, sering terjadi laka lantas.
Terakhir hari Minggu kemarin sekira pukul 12:30 Wib, terjadi laka lantas lagi, tabrakan 3 pengendara motor dari arah barat, utara dan selatan. Mohon yang berwenang, mengusulkan segera pemasangan traffic light”, ungkapnya ajak para tokoh yang lain turut peduli.
Apa yang disampaikan oleh BD menarik perhatian anggota grup yang lain, yang mana sangat mendukung ide gagasan tersebut. Tak hanya itu, Camat Singojuruh yang baru Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si pun sepertinya merespon positif.
Kebetulan Camat Singojuruh yang baru juga ada dalam grup Whats App Forum Rembug Singojuruh. Respon Camat disampaikan pada saat perkenalan dengan staf Kecamatan Singojuruh, kurang lebih dikatakannya akan meneruskan aspirasi tersebut pada pihak terkait. (r35).
