Terkait Kelangkaan LPG, Michael Edy Hariyanto, SH., MH Minta DPRD Panggil PERTAMINA

MICHAEL EDY HARIYANTO. SH., MH. Pimpinan DPRD Banyuwangi sekaligus ketua DPC Partai Demokrat.

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Informasi kelangkaan gas LPG Subsidi 3 Kg dari sejak beberapa hari lalu hingga memasuki hari raya Idul Fitri minus 1 masih ramai di medsos juga pemberitaan media. Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan operasi pasar murah gas LPG 3 Kg di berbagai tempat. Ternyata belum bisa mengatasi keresahan masyarakat menghadapi fenomena kelangkaan terutama di momen jelang lebaran.

Serba-serbi khusus yang bertajuk kelangkaan gas LPG subsidi 3 Kg, dan respon masyarakat terhadap pernyataan Wakil Bupati Banyuwangi di medsos. Membuat Michael Edy Hariyanto, SH., MH (Pimpinan DPRD Banyuwangi Fraksi Demokrat), ikutan menanggapinya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya penyebab kelangkaan LPG di Banyuwangi bukan karena ada yang melakukan penimbunan. Melainkan karena jatahnya kurang, sementara kebutuhan masyarakat mau hari raya meningkat. Dari yang biasanya hanya butuh satu bisa nambah dua sampai tiga tabung kebutuhannya.

“Kalau kita cek di beberapa tempat pengirimannya dikurangi, biasanya jatahnya dikirim 50 tabung hanya dikirim 30 tabung dan seterusnya. Jadi kelangkaan ini bukan karena lain-lainnya. Satu, karena kebutuhan masyarakat meningkat Pemerintah atau PERTAMINA mempersiapkan tidak disesuaikan dengan situasi dan kondisi kebutuhan masyarakat”, jelasnya Jumat 20 Maret 2026.

Lanjut kata Michael, DPRD setelah lebaran harus panggil PERTAMINA, untuk ditanyakan berapa alokasi yang dikirimkan untuk Kabupaten Banyuwangi selama sebelum hari raya ini.

“Kalau analisa saya, alokasi yang dikirimkan itu tetap seperti jatah per bulannya. Padahal seharusnya melihat situasi dan kondisi di lapangan sebelum mau hari raya berapa dan mau hari raya harusnya berapa. Sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat seperti sekarang ini. Lalu soal operasi pasar menurut saya tidak menyelesaikan masalah. Warga yang beli terbatas pada warga yang kebetulan tahu pengumuman di medsos saja, karena tidak disosialisasikan secara langsung ke masyarakat”, urainya.

Tak hanya itu kata Michael, stok LPG yang dijual dalam operasi pasar bukan karena ada penambahan alokasi atau jatah dari PERTAMINA. Tapi justru mengurangi alokasi jatah pangkalan-pangkalan penjualan LPG yang paling bawah diambil digunakan untuk operasi pasar.

“Operasi pasar okelah saya berterima kasih kepada Pemerintah, tapi seperti yang saya sampaikan tadi tidak menyelesaikan masalah. Tetapi itu malah membuat gaduh karena di tempat-tempat penjualan LPG di bawah berkurang jatahnya diambil untuk kegiatan operasi pasar. Di operasi pasar itu warga kadi berebut, atau bisa jadi ada orang yang banyak uangnya nyuruh orang beli di setiap tempat yang ada kegiatan operasi pasar itu. Jadi saya tegaskan lagi kita di DPR akan panggil PERTAMINA untuk memberikan penjelasan masalah ini”, tegas dan pungkas Michael Edy Hariyanto, SH., MH. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *