Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Selang beberapa hari Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cabang Banyuwangi setelah gelar acara Silaturrahmi dan Halal Bi Halal bersama Kapolresta Banyuwangi. Kamis 2 April 2026, gelar acara Silaturrahmi dan Halal Bi Halal bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Balai Desa Gladag Kecamatan Rogojampi.
Hadir membersamai Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati H. Mujiono, para Asisten lengkap, Kepala SKPD, dan Camat se Kabupaten Banyuwangi. Setiba di lokasi acara pada sekira pukul: 13:00 Wib, Bupati Banyuwangi disambut para Kepala Desa yang hadir. Dan seperti biasa Bupati Banyuwangi dalam setiap momen awali kegiatan dengan memberikan santunan kepada anak Yatim.
Pengamatan media kehadiran Kepala Desa pada acara Halal Bi Halal kali ini tidak se ramai seperti Halal Bi Halal bersama Kapolresta Banyuwangi di Balai Desa Sukonatar Kecamatan Srono beberapa waktu sebelumnya. Hal tersebut juga diakui oleh Ketua PKDI Cabang Banyuwangi (Budiharto). Bahwa tingkat kehadiran rekan-rekan sejawatnya tidak maksimal mungkin karena terlalu dekat jarak waktu acara yang sama. Atau juga karena ada kegiatan di desanya yang sangat urgen sehingga tidak bisa hadir di acara tersebut.
Pada kesempatan tersebut Budiharto selaku Ketua PKDI atas nama seluruh Kepala Desa se Kabupaten Banyuwangi. Menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan “Minal A’idzin Wal Fa’idzin, Mohon Maaf Lahir Batin”, kepada Bupati juga seluruh jajaran pejabat teras Kabupaten Banyuwangi. Budiharto juga melaporkan, bahwa kalau sebelumnya di Banyuwangi ada beberapa organisasi Kepala Desa. Namun sekarang sudah melebur jadi satu dalam satu wadah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI).
Berikut diakui atau tidak, persoalan penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa masih menjadi persoalan yang mendominasi bagi Pemerintahan Desa se Kabupaten Banyuwangi. Faktanya Budiharto selaku Ketua PKDI pada kesempatan tersebut tetap getol dan istiqomah menyuarakan, mengeluh kepada Bupati Banyuwangi. Agar soal kesejahteraan Perangkat Desa (Siltap) dicarikan solusi, karena disebutnya gaji Perangkat Desa setelah adanya efisiensi anggaran dibawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Lalu seperti apa tanggapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merespon keluhan Budiharto (Ketua PKDI) soal kesejahteraan Perangkat Desa yang istilah lainnya adalah Siltap itu ?…
Sebelum secara spesifik menanggapi keluhan Ketua PKDI soal Siltap tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani terlebih dulu menyampaikan ucapan yang sama. Atas nama pribadi, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1447 H “Minal A’idzin Wal Fa’idzin Mohon Maaf Lahir Batin”.
Bupati berharap momentum Halal Bi Halal dan silaturrahmi bisa merajuk kekuatan, untuk bersama-sama melanjutkan pembagunan bagi Banyuwangi.
Walaupun kata Bupati kondisinya seperti apa sekarang ini, tetapi Banyuwangi sudah banyak mengenyam asam garam dunia persilatan pembangunan daerah. Disebutnya, Kabupaten Banyuwangi pernah pada kondisi terpuruk tetapi masih bisa bangkit.
“Kita pernah terpuruk tetapi kita tetap bisa bangkit, karena apa, karena kita punya kekuatan kebersamaan, kita punya kekuatan gotong royong, kita punya kekuatan sinergi dan juga kolaborasi. Maka kami berharap apapun tantangan yang ada di depan kita, mari kita hadapi secara bersama-sama”, lontarnya.
Bupati juga singgung soal geopilitik internasional yang dijelaskan bahwa jangan Kabupaten Banyuwangi, bahkan Jakarta pun tidak bisa mengendalikan dampak dari geopolitik internasional itu. Namun demikian Bupati Ipuk masih tetap optimis bahwa masih ada cara untuk tetap survive. Untuk bertahan dan untuk tetap bisa menjalankan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi karena banyak potensi yang bisa dikelola. Oleh karenanya, Bupati ajak Kepala Desa untuk kelola potensi-potensi yang ada di wilayahnya.
Selanjutnya Bupati juga singgung Banyuwangi dihadapkan pada tantangan transformasi digital yang mana kesulitan dan keinginan masyarakat akan semakin besar.
Beruntungnya di Kabupaten Banyuwangi semua desa sudah ada Smart Kampung, sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih cepat. Masalah lain Bupati singgung soal iklim panas di depan, yang bisa jadi ancaman bagai masyarakat Banyuwangi terutama petani. Yang mana salah satu dampaknya bila petani mengalami kekurangan air dalam kelola pertaniannya adalah pada ketahanan pangan.
Dari beberapa penyampaian, kini sampailah pada yang paling ditunggu oleh Kepala Desa, yaitu tanggapan Bupati soal keluhan Ketua PKDI terkait Penghasilan Tetap (Siltap). Yang mana Bupati awali dengan mengatakan bahwa kita juga dihadapkan pada tantangan yang namanya fiskal.
“Kalau anggaran Kabupaten Banyuwangi saja berkurang, maka mau tidak mau dampaknya juga ke Desa, dampaknya juga ke DD juga ADD. Tetapi mari kita nikmati saja, karena kami mengeluh juga tidak bisa ngeluhnya ke mana.
Lanjut Bu Ipuk ,”Karena ini masalah anggaran nasional, semua daerah memiliki masalah yang sama. Jadi mari kita mau tidak mau harus saling gandengan tangan, mari saling menguatkan satu sama lainnya”, kata Bupati Ipuk respon keluhan Ketua PKDI soal anggaran.
Namun demikian, lagi-lagi Bupati di kesempatan tersebut membangun optimisme untuk cari solusi semangati Kepala Desa yang hadir. Yang mana salah satu upaya yang akan dilakukan adalah reprioritas anggaran.
Melalui momen tersebut Bupati meminta kepada salah satu Asistennya untuk ajak Kepala Desa menetapkan skala prioritas anggaran. Bupati juga sebutkan bahwa Pemerintah Bayuwangi tahun ini masalah infrastruktur jadi skala prioritas, namun tetap memperhatikan masalah pendidikan dan kesehatan.
Diakhir penyampaiannya Bupati jelaskan posisi APBD sebelum adanya efisiensi dan sesudah efisiensi. Sehingga banyak program yang sudah direncanakan sebelumnya harus dilakukan penyesuaian dengan kondisi anggaran.
Bupati juga tekankan agar Pemerintah Desa dan masyarakat untuk memanfaatkan program Lapor Camat. Camat yang hadir pun diminta untuk menindaklanjuti agar persoalan yang masuk bisa direspon dengan cepat dan segera dikoordinasikan dengan pihak-pihak yang membidangi di Kabupaten.(r35).






