Dituding Pencitraan, Warga Nglebak Tegaskan Kehadiran Bupati Blora Bawa Bukti Nyata, Bukan Sekadar Konten

KABAROPOSISI.NET|Blora – Menjadi perhatian publik di media sosial yang menuding adanya tindakan tidak etis dalam kegiatan pembangunan jalan swadaya di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, menuai respons tegas dari warga. Mereka menilai tudingan tersebut terlalu terburu-buru dan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Warga bersama perangkat desa merasa perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang terus berkembang. Mereka menegaskan bahwa kehadiran Bupati Blora di lokasi bukan sekadar simbolik atau “numpang konten” seperti yang ramai diperbincangkan.

Bacaan Lainnya

Justru sebaliknya, kehadiran Bupati membawa dampak nyata. Bantuan material seperti semen, grosok, serta dukungan dari dinas terkait menjadi bukti konkret keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung swadaya masyarakat.

Sekretaris Desa Nglebak, Maryono, menegaskan bahwa tudingan negatif tersebut tidak berdasar. Menurutnya, kehadiran Bupati memberi dorongan moral sekaligus bantuan material yang sangat membantu percepatan pembangunan jalan.

Hal senada disampaikan warga. Mereka mengaku merasa diperhatikan dan didukung, bukan dimanfaatkan. Bahkan, Suwardi, salah satu warga, menyebut baru kali ini ada kepala daerah yang turun langsung melihat kondisi desa mereka.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan jajaran. Ia menjelaskan bahwa kedatangan tersebut merupakan undangan dari pemerintah desa, sekaligus bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah.

“Bantuan 300 sak semen dan material grosok sangat membantu pekerjaan kami. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi benar-benar ada kontribusi,” tegasnya.
Selain itu, dalam kunjungan tersebut Bupati juga memberikan santunan kepada anak yatim, yang dinilai warga sebagai bentuk kepedulian sosial yang tulus.

Lebih jauh, warga menilai polemik ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di era digital. Tanpa klarifikasi langsung dari pihak di lapangan, opini yang berkembang bisa menyesatkan dan tidak adil.

Dalam kunjungan itu, Bupati juga menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas PMD dan PUPR untuk melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan. Langkah ini menunjukkan adanya tindak lanjut yang jelas, bukan sekadar kunjungan tanpa arah.

Hasil peninjauan tersebut bahkan akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih terstruktur. Pemerintah daerah berkomitmen menganggarkan pembangunan jalan penghubung Nglebak–Megeri pada tahun 2027.

Warga pun berharap rencana tersebut benar-benar terealisasi. Mereka menegaskan bahwa yang terjadi di Desa Nglebak adalah kolaborasi nyata antara gotong royong masyarakat dan dukungan pemerintah, bukan sekadar pencitraan seperti yang dituduhkan.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *