Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Geliat sepak bola di Bumi Blambangan dipastikan bakal memanas pada pertengahan April mendatang. Turnamen bergengsi bertajuk Piala Ketua PSSI Banyuwangi siap menghentak Lapangan RTH Maron, Genteng, mulai 19 April 2026.
Tidak tanggung-tanggung, turnamen ini akan menjadi panggung adu gengsi bagi 32 klub besar dari seluruh penjuru Banyuwangi. Mengingat tingginya tensi pertandingan yang akan melibatkan tim-tim papan atas lokal, kesiapan perangkat pertandingan—khususnya wasit—menjadi sorotan utama.
Sebagai bentuk transparasi sejak awal dan komitmen terhadap keterbukaan, panitia penyelenggara telah mengumpulkan seluruh ketua klub peserta dalam agenda Technical Meeting beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, proses Drawing atau pengundian grup dilakukan secara terbuka di hadapan seluruh perwakilan tim.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa turnamen berjalan transparan tanpa ada pengaturan posisi tim sejak awal. Panitia ingin membangun kepercayaan bahwa setiap klub memiliki peluang yang sama untuk berlaga secara adil.
Sehubungan integritas wasit jadi harga diri, maka Ketua Komite Wasit PSSI Banyuwangi, Yuliawan Bambang Sukiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main dalam urusan kepemimpinan di lapangan. Pria yang akrab disapa Mas Dewan ini menjamin bahwa setiap pengadil lapangan yang bertugas telah melalui seleksi dan akan dipantau secara khusus.
Sebagai sosok yang juga duduk di kursi DPRD Banyuwangi dari Fraksi Demokrat, Mas Dewan memahami betul bahwa keadilan di lapangan adalah kunci kondusifnya sebuah turnamen.
”Kami ingin memastikan bahwa juara yang lahir dari turnamen ini adalah benar-benar hasil murni dari kualitas permainan di lapangan, bukan karena faktor eksternal atau kesalahan perangkat pertandingan,” ujar Yuliawan.
Terkait penugasan wasit, Mas Dewan memberikan pernyataan tegas terkait komitmen transparansi dan profesionalisme:
“Untuk seluruh wasit yang ditugaskan di Piala Ketua PSSI nanti, saya tegaskan bahwa kinerja kalian akan dipantau dengan sangat ketat. Saya tidak ingin ada ruang sedikit pun bagi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, apalagi sampai mencederai sportifitas. Jika ada yang terbukti ‘main mata’ atau tidak profesional, kami tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas. Integritas adalah harga mati demi kemajuan sepak bola Banyuwangi.” Tegas Mas Dewan.
Dengan pengawasan ketat dari Komite Wasit serta sistem pengundian yang transparan, Piala Ketua PSSI Banyuwangi 2026 diprediksi akan menjadi barometer baru turnamen sepak bola amatir yang berkualitas dan menjunjung tinggi fair play. ( ktb).






