Jombang Tancap Gas Perkuat Swasembada Gula Nasional, Ribuan Hektare Lahan Tebu Disiapkan

KABAROPOSISI.NET|Blora – Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan keseriusannya dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional melalui keterlibatan aktif dalam program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu tahun 2026. Kegiatan tanam perdana yang digelar di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan gula, serta petani dalam memperkuat ketahanan pangan dan industri gula nasional.

Program yang dilaksanakan serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu melalui peremajaan tanaman yang sudah menurun hasil produksinya. Wakil Bupati Jombang Salmanudin menegaskan bahwa program bongkar ratoon bukan sekadar penanaman ulang, tetapi bagian dari upaya besar memperkuat sektor pertanian dan menjaga keberlanjutan industri gula nasional.

Bacaan Lainnya

Pemkab Jombang juga terus mendorong penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya modern, serta pendampingan intensif kepada para petani tebu. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen baik dari sisi tonase maupun rendemen gula, sehingga kesejahteraan petani ikut terdorong seiring meningkatnya produktivitas lahan pertanian.

Selain fokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Jombang turut menyiapkan arah pembangunan pertanian yang lebih modern dan berdaya saing. Melalui modernisasi sektor agribisnis tebu, generasi muda didorong untuk ikut terlibat dan melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha masa depan yang menjanjikan. Harapannya, akan lahir agropreneur muda yang inovatif dan mampu membawa sektor tebu menjadi lebih maju.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menunjukkan potensi besar daerah tersebut sebagai salah satu lumbung tebu di Jawa Timur. Dengan luas lahan mencapai lebih dari 10 ribu hektare pada tahun 2024 dan produksi ratusan ribu ton tebu, Jombang berhasil memberikan kontribusi penting terhadap kebutuhan gula di tingkat provinsi. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor perkebunan tebu masih menjadi kekuatan ekonomi pertanian daerah.

Besarnya potensi tersebut membuat pemerintah pusat memberikan peningkatan alokasi program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu untuk Kabupaten Jombang pada tahun 2026. Hingga saat ini, progres realisasi lahan telah mencapai sebagian besar target yang ditetapkan. Pemkab Jombang pun terus bergerak cepat menuntaskan proses CPCL dan percepatan izin pemanfaatan lahan agar target pengembangan tebu dapat tercapai maksimal serta mendukung terciptanya swasembada gula nasional.(Tyas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *