Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Kemajuan jaman tidak bisa dipungkiri mempengaruhi peradaban dan pola hidup seseorang. Kecenderungan ingin terlihat berubah lebih baik dari yang lain niscaya adanya. Salah satu indikatornya karena memenuhi tuntutan gaya hidup, dimulai dari sikap menganggap sesuatu yang kecil nilainya tidak berguna.
Uang koin senilai Rp. 500 sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan orang menganggap sesuatu yang sepele. Andai ada yang menemukan uang koin Rp. 500 tergelatak dijalanan pun tidak tertarik untuk mengambilnya. Bahkan tak jarang orang berbelanja di warung ada kembalian Rp. 500 diikhlaskan begitu saja, karena kecil nilainya. Tak hanya itu, uang senilai Rp. 500 untuk beli jajanan saja tidak cukup, karena harga jual jajanan sekarang paling murah Rp. 1000.
Namun budaya menghargai sesuatu yang dianggap kecil/sepele ditanamkan oleh Komite dan dewan Guru SDN 2 Singojuruh kepada siswa-siswi dan wali murid. Faktanya hanya dengan uang koin senilai Rp. 500 pada hari raya Idul Adha 1447 H/2026 M, bisa melaksanakan ibadah kurban berupa 1 ekor sapi. Bisa dibilang Komite juga dewan Guru SDN 2 Singojuruh, ada pesan yang tersampaikan bahwa sesuatu yang kecil bisa memberi manfaat yang besar.
Informasi yang awak media tangkap, Komite, wali murid melalui anak-anaknya, dan dewan Guru SDN 2 Singojuruh budayakan nabung bersama setiap hari Rp. 500 diniatkan untuk beli hewan kurban. Menurut H. Ramdan (Ketua Komite), kegiatan menabung berjalan selama kurang lebih 9 bulan. Uang tabungan dari siswa juga guru-guru dikelola sepenuhnya oleh Komite Sekolah, setiap 1 minggu sekali ditotal dan ditabungkan di salah satu Bank.
Susilo Wibisono, S. Pdi selaku Kepala Sekolah, merasa bersyukur dan berterima kasih atas gagasan kegiatan ibadah kurban tersebut. Setidaknya kata Kepala Sekolah yang akrab dipanggil dengan nama Pak Selo itu, kegiatan ini ada edukasi moral kepada kami para guru juga anak-anak. Bahwa budaya menabung bila istiqomah meski kecil nilainya tapi rutin dan sabar, akan berbuah manfaat yang besar.
Dalam obrolan santainya, Susilo Wibisono menyampaikan keinginan khusus guru-guru di sekolahnya akan diajak menabung untuk kegiatan ibadah kurban. Harapannya pada Idul Adha tahun depan bisa nambah 1 ekor sapi lagi, agar pembagian daging hewan kurban menyentuh pada warga yang ada di sekitar sekolah.
Menurut salah satu wali murid yang berhasil awak media mintai keterangannya.
“Jujur saja mas, saya dan para wali murid yang lain sangat senang meskipun gotong royong bisa sembelih hewan kurban. Soal ibadah kurban yang kami lakukan ini memenuhi syariat atau tidak, kami berserah kepada Allah Swt. Ya semoga saja tahun depan kami bersama pak Komite dan bapak ibu guru di sini, bisa berkurban lagi. Yang sangat saya apresiasi pak Komite dan guru SDN 2 Singojuruh ini, bisa menjalankan amanah mewujudkan kegiatan berkurban tahun ini” ungkapnya.
Pantauan media, siswa-siswi SDN 2 Singojuruh terlihat senang sekali ketika melihat kedatangan hewan kurban di sekolahnya. Suasana jadi haru pada saat petugas melakukan proses penyembelihan, siswa-siswi spontan bersama-sama kumandangkan takbir. Guru-guru juga Komite Sekolah pun membersamai anak-anak didiknya ikut bertakbir (r35).






