Kabaroposisi.net.|SITUBONDO – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2026, suasana di Universitas STKIP PGRI Situbondo berlangsung sangat meriah dan penuh semangat. Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Situbondo maupun kabupaten tetangga berkumpul dalam sebuah acara bertajuk “Sekolah Politik”.
Acara ini menghadirkan narasumber utama Michael Edy Hariyanto, S.H., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan DPRD Banyuwangi sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi.
Dalam pemaparannya yang mengangkat semangat nilai-nilai Pancasila, Michael menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki peran sangat besar sebagai garda terdepan dalam menjaga dan memajukan daerah serta negara. Menurutnya, refleksi atas lahirnya Pancasila harus diwujudkan lewat partisipasi aktif dalam dunia politik, bukan justru menjauhinya karena ketidaktahuan.
Poin-poin penting dan pesan mendasar yang disampaikan Michael di hadapan para mahasiswa:
1. Kenali Apa Itu Politik Sebagai Langkah Awal.
Michael menekankan, langkah paling dasar yang wajib dimiliki pemuda dan mahasiswa adalah pemahaman yang benar mengenai apa itu politik. “Jangan takut atau alergi mendengar kata politik. Politik itu sebenarnya adalah seni mengatur kehidupan bersama demi kebaikan bersama. Kalau kalian tidak paham apa itu politik, kalian akan mudah diatur, dibohongi, dan dimanfaatkan oleh orang lain,” tegasnya.
2. Mahasiswa Wajib Menjadi Penerang Bagi Masyarakat.
Tidak cukup hanya paham sendiri, Michael mengajak seluruh peserta untuk turun ke masyarakat dan menjelaskan arti politik yang sesungguhnya.
“Mahasiswa adalah kaum terpelajar. Kalian punya kewajiban menyampaikan pemahaman ini ke keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Jadilah penerang agar masyarakat tidak lagi buta dan salah paham tentang politik,” ujarnya.
3. Jangan Memilih Hanya Berdasar Hubungan Kekeluargaan.
Menyangkut soal demokrasi dan pemilihan wakil rakyat, Michael memberikan peringatan keras. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak asal memilih calon anggota DPR hanya sekadar karena kenal, bertetangga, atau masih ada hubungan kerabat.
“Lihat dulu siapa orangnya, bagaimana rekam jejaknya, dan bagaimana perilakunya di tengah masyarakat. Apakah dia jujur? Apakah dia peduli? Jangan karena kenal dekat, kita butakan mata hati kita terhadap kualitas calon tersebut,” pesannya.
4. Tolak Politik Uang, Kunci Kemajuan Daerah Ada di Sini.
Ini menjadi poin paling tegas disampaikan Michael. Ia menegaskan bahwa memilih calon wakil rakyat hanya karena iming-iming uang adalah kesalahan fatal yang akan menghancurkan masa depan daerah.
“Jika suara rakyat masih dijadikan barang dagangan dan dipatok dengan harga uang, maka jangan pernah berharap daerah ini akan maju dan rakyatnya sejahtera. Ingat baik-baik: begitu suara kalian sudah dibeli, mereka tidak akan pernah kembali lagi untuk mengabdi. Mereka hanya akan datang saat butuh suara saja. Politik uang adalah akar dari kemunduran dan ketertinggalan kita,” serunya disambut tepuk tangan peserta.
5. Maksimalkan Media Sosial untuk Edukasi Politik.
Di era digital saat ini, Michael juga mengajak para mahasiswa memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif. Menurutnya, medsos bukan hanya tempat hiburan, melainkan sarana paling ampuh untuk menyebarkan edukasi politik.
“Gunakan Facebook, Instagram, TikTok, atau apapun platformnya untuk menyebarkan informasi yang benar, mengedukasi publik, dan menyampaikan makna politik yang sebenarnya. Jadikan media sosial sebagai senjata untuk mencerdaskan bangsa, bukan untuk saling mencela atau menyebarkan kebencian,” tambahnya.
Di akhir pemaparan, Michael mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk menjadikan semangat Pancasila sebagai landasan berpolitik. Menurutnya, dengan pemahaman politik yang benar, bersih dari uang, dan berlandaskan moral, cita-cita mewujudkan daerah maju dan rakyat sejahtera pasti akan tercapai.
Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif yang antusias, di mana para mahasiswa merasa mendapatkan wawasan baru yang sangat berharga untuk disebarluaskan kembali ke masyarakat luas. (ktb).






