MWC NU Singojuruh Pererat Silaturrahmi Pengurus & Warga Nahdliyin Melalui Kegiatan Lailatul Ijtima’

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Bertempat di halaman Pendopo Singomanjuruh kediaman Komedian kondang Harsono alias Kuntet Dusun Juruh Desa/Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Minggu malam 14 Juni 2026. Berlangsung kegiatan tradisi khas warga Nahdlatul Ulama (NU), oleh MWC NU Singojuruh bersama 20 Ranting NU se Kecamatan Singojuruh “Lailatul Ijtima’”.

Siang harinya diawali dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga setempat. Dan pembuatan Sertifikat Halal untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pantauan media antusias masyarakat setempat luar biasa menyambut kegiatan MWC NU Singojuruh tersebut.

Bacaan Lainnya

Sekedar diketahui bahwa kegiatan Lailatul Ijtima’ merupakan forum silaturrahmi rutin antara jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Nahdliyin. Kegiatan tersebut biasanya diisi dengan ibadah bersama seperti istighosah dan tahlil, diskusi keagamaan (Bahtsul Masail), informasi, dan koordinasi organisasi.

Hadir pada kegiatan di Pendopo Singomanjuruh yang tak lain kediaman Kuntet komedian kondang Banyuwangi. Jajaran Pengurus Cabang NU Banyuwangi, PC LP Ma’arif Banyuwangi, PC Lazisnu Banyuwangi, Jajaran Suriah, Tanfidziyah, MWC dan Ranting NU, serta seluruh komponen/Banom NU se wilayah Kecamatan Singojuruh. Dari pemangku wilayah setempat hadir perwakilan unsur Forpimka Singojuruh, dan Kepala Desa Singojuruh.

Seperti biasa pada setiap momentum yang diadakan oleh NU sebagai pembuka acaranya pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyangikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars Yalal Waton. H. Mukhlis selaku Ketua Panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar NU. Atas suport tenaga dan pikirannya, demi mendukung sukses terselenggaranya kegiatan Lailaitul Ijtima’ tersebut.

Melalui acara tersebut dilakukan Launching program GASNU (Gerakan Ayo Sekolah Nahdlatul Ulama), UPZIS (Unit Pengelola Zakat, Infaq, Sodaqoh)  MWC NU dengan 3 programnya antara lain : Care Sehat, NU Care Cerdas, dan SAYURA (Sayur Untuk Kaum Duafa). Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekertaris PC NU Kabupaten Banyuwangi Bisri Mustofa, diteruskan penyerahan santunan kepada sejumlah anak yatim warga setempat.

Suharto Kepala Desa Singojuruh selaku pemangku wilayah, apresiasi dengan adanya kegiatan Lailatul Ijtima’ di desanya. Kades Suharto berharap dalam setiap ada kegiatan keagamaan khususnya oleh keluarga besar NU untuk dilibatkan Pemerintah Desa. Tegasnya, Pemerintah Desa siap mendukung dan bersinergi dengan NU demi kemaslahatan umat.

Alwi Mudhofir selaku Ketua MWC NU Kecamatan Singojuruh dalam sambutannya sampaikan bahwa, kegiatan Lailatul Ijtima’ ini bukan hanya sekedar rutinitas yang biasa dilaksanakan pada malam tertentu. Akan tetapi merupakan roh konsolidasi jam’yahi, roh untuk rembug bareng, dan ngaji bersama. Sehingga kegiatan Lailatul Istima’ ini, menjadi sebuah majelis konsolidasi dari PC NU Kabupaten Banyuwangi, MWC NU sampai Ranting NU se Kabupaten Banyuwangi.

“Mudah-mudahan kegiatan Lailatul Ijtimak ini, menjadi sebuah wasilah bagi kita semua, untuk tetap istiqomah dalam berkhikmad di jam’iyah Nahdlatul Ulama”, harapnya.

Ada 3 pesan disampaikan oleh Alwi Mudhofir, pertama jadikan Lailatul Ijtima’ sebagai kehangatan berjam’iyah. Oleh karena itu ia mengajak jajaran dari MWC NU Kecamatan Singojuruh, Ranting dan Banom-Banomnya. Menjaga kehangatan berjam’iyah bersama-sama menggerakkan organisasi, mewujudkan program yang ada. Sehingga NU tetap besar dan eksis bermanfaat bagi ummat, maslahat bagi masyarakat dengan jargon MWC NU siap jadi gerbang maslahat bagi ummat.

Yang kedua Alwi Mudhofir selaku Ketua MWC ajak semua Kader NU di Kecamatan Singojuruh, proaktif hadir dan turun di tengah-tengah masyarakat. Mendengarkan keluhannya, terutama keluhan di masyarakat yang kerapkali terdengar adalah masalah pendidikan dan ifmormasi yang menyesatkan. Pesan yang ketiga adalah untuk menjaga kelangsungan dan kebesaran NU, perlu dilakukan kaderisasi.

Bisri Mustofa Sekertaris PC NU dalam pencerahannya menggaris bawahi penyampaian sebelumnya dengan mengatakan bahwa Lailatul Ijtima’ adalah sarana kumpul-kumpul warga NU bersama pengurusnya. Yang salah satu manfaatnya disebutkan agar warga NU tahu dan kenali siapa pengurus NU nya. Dikhawatirkan pengurus MWC NU tidak dikenal oleh pengurus Rantingnya, pengurus Ranting tidak dikenal oleh warganya.

Kenapa kegiatan Lailatul Ijtimak’ menjadi penting dan strategis bagi organisasi kata Bisri Mustofa, karena tidak mungkin seorang pemimpin akan bisa menggerakkan anggotanya kalau tidak dikenal. Programnya sehebat apapun kalau tidak dikenal oleh masyarakatnya tidak akan berjalan dengan baik. Bisri Mustofa pada kesempatan tersebut menghimbau kepada warga NU untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah yang teraviliasi dengan NU. Di sekolah-sekolah NU diharap warga tidak khawatir dijamin akidahnya dan benar serta manfaatnya jelas.

Kuntet selaku tuan rumah yang juga selaku Ketua organisasi LESBUMI (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) Kecamatan Singojuruh. Sedikit membuat susasana berubah dari serius menjadi sedikit ceria dan hujan tawa. Kuntet menyampaikan dakwah singkat yang dikolaborasi dengan candaan membuat jema’ah yang hadir jual tawa. Sesekali lantumkan sholawat dengan iringan Marawis, yang racikan kalimatnya mengandung tuntunan positif baik soal keagamaan maupun kebangsaan.

Melengkapi guyonannya, Kuntet menyebut bahwa dirinya sekarang sudah menjadi Ketua DPRD Banyuwangi. Supaya tidak terjadi salah penafsiran dijelaskannya bahwa DPRD yang dimaksut adalah Dewan Pemasaran Rokok Daerah. Dan menyandang gelar IR, bukan gelar Insinyur yang dimaksut, melainkan Ider Rokok (Sales Rokok). Jema’ahpun kembali dibuatnya pegang perutnya sembari tertawa liar oleh pernyataan Kuntet.

KH. Abdul Gofar dalam tauziahnya lebih kepada soal siapa yang menguasai tubuh manusia. Yang mana disebutkan bahwa yang menguasai tubuh manusia itu ada 3 (tiga), diantaranya sepertiga dimiliki oleh roh, sepertiga dimiliki oleh jiwa, dan sepertiga lagi dimiliki oleh cacing tanah atau bakteri pebangkai. Urusan roh adalah rahasia Allah, tidak satupun orang ahli kedokteran dan peneliti yang mengetahui roh itu bentuknya seperti apa.

Urusan roh tidak ada sarat rukunnya, tidak ada manusia meninggal saratnya harus tua dulu atau harus sakit dulu. Ketika Allah berkendah sewaktu-waktu cabut roh maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Lalu sepertiga kedua tubuh manusia milik jiwa, urainya orang kalau jiwanya bagus akhlaqnya bagus. Kakinya berjalan di tempat yang bagus, matanya melihat yang bagus, ngomongnya bagus karena memang jiwanya bagus.

Berikut Kiyai Gofar mengaku tertarik kepada WR. Supratman yang menciptakan lagu Indonesia Raya. Yang mana ada kalimat yang sering mengingatkan agar punya jiwa yang bagus. Diucapkannya, “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, Untuk Indonesia Raya”. Lagu kebangsaan Indonesia Raya sering dinyanyikan oleh pejabat di acara-acara formal.

Lanjut ditegaskan, kalau pemimpin dan pejabat negata jiwanya bagus maka negara akan jadi bagus, kepala rumah tangga kalau jiwanya bagus, maka rumah tangganya akan bagus. Kemudian yang ketiga tubuh manusia jadi milik cacing tanah, diurainya ketika roh manusia dicabut dan jasatnya terkubur. Maka tubuhnya jadi milik cacing tanah atau bakteri pebangkai (singgat bahasa Jawa), tidak berharga lagi yang kemudian Kiyai Gofar sedikit kutip dan lantunkan lagu Rhoma Irama berjudul Sebujur Bangkai. (r35).

Pos terkait