Yuyus Waluyo Usul Perusahaan Jadi Bapak Asuh Olahraga, Sebut Pembinaan Atlet Blora Terkendala Anggaran

KABAROPOSISI.NET|Blora– Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Blora, Yuyus Waluyo, mengusulkan agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Blora dilibatkan sebagai bapak asuh bagi cabang olahraga. Gagasan tersebut dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembinaan atlet yang selama ini menjadi kendala di berbagai cabang olahraga.

Usulan itu disampaikan Yuyus yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Blora Fraksi NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) III saat menghadiri pembukaan Blora Championship IV (BLC IV), Sabtu. Kejuaraan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan atlet pencak silat dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Yuyus mengapresiasi panitia yang tetap mampu menyelenggarakan BLC IV di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, kejuaraan seperti ini merupakan momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan antarperguruan silat.

“Hampir semua cabang olahraga menghadapi persoalan yang sama, yakni minimnya dukungan anggaran. Padahal agenda pembinaan dan kompetisi sudah tersusun secara nasional sehingga membutuhkan dukungan pendanaan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Karena itu, Yuyus mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta melalui program perusahaan sebagai bapak asuh cabang olahraga. Menurutnya, pola tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti mampu memperkuat pembinaan atlet. Ia juga menyatakan siap mendorong perusahaan daerah maupun perusahaan yang beroperasi di Blora agar ikut berkontribusi dalam pengembangan olahraga prestasi.

Yuyus juga mengakui kondisi keuangan daerah saat ini sedang menghadapi tantangan akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar pembinaan olahraga tetap berjalan dan tidak kehilangan arah.

Sementara itu, Susilo, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora yang hadir mewakili Bupati Blora Arief Rohman, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak dapat menghadiri pembukaan BLC IV akibat adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Susilo mengatakan Bupati sebenarnya telah berkomitmen hadir membuka kejuaraan tersebut, namun harus menugaskan dirinya untuk mewakili Pemerintah Kabupaten Blora. Ia berharap ketidakhadiran Bupati tidak mengurangi semangat para atlet dan seluruh peserta yang mengikuti kejuaraan.

Dalam sambutannya, Susilo mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet, official, pelatih, dan tamu undangan yang hadir. Menurutnya, BLC IV bukan hanya menjadi ajang mencari prestasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar-pesilat di wilayah Blora Raya.

Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan meraih prestasi secara jujur. Kepada para wasit dan juri, Susilo meminta agar memimpin pertandingan secara profesional, adil, dan bijaksana sehingga seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar.

“Semoga Blora Championship IV menjadi momentum untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat persatuan di kalangan insan pencak silat,” ujarnya sebelum secara resmi membuka kejuaraan dengan mengucapkan basmalah.

Kejuaraan Blora Championship IV diharapkan mampu menjadi ajang pembinaan atlet usia dini sekaligus melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Blora di tingkat provinsi maupun nasional. (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *