KABAROPOSISI.NET|Tulungagung — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan menggelar Sosialisasi Regulasi Kebijakan di Bidang Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli di Kabupaten Tulungagung, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Crown Victoria Hotel Tulungagung tersebut menjadi forum untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi para pemangku kepentingan terkait kebijakan Bela Negara dan pembinaan tenaga ahli.
Acara dihadiri Direktur Sumber Daya Manusia Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI R. Yoga Raharja, S.E., M.M., M.I.Pol., yang mewakili Dirjen Pothan Kemhan RI Laksamana Muda TNI Dr. Sri Yanto.
Turut hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, jajaran TNI-Polri, Dandim 0807/Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, kepala perangkat daerah, Forkopimcam, pimpinan perguruan tinggi, serta sejumlah lembaga dan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung menegaskan bahwa Bela Negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan secara militer. Bela Negara juga merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, dinamika lingkungan strategis, hingga munculnya berbagai bentuk ancaman terhadap persatuan bangsa membutuhkan penguatan kesadaran Bela Negara.
Karena itu, pembinaan Bela Negara dinilai membutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Brigjen TNI R. Yoga Raharja menekankan bahwa pembinaan kesadaran Bela Negara merupakan investasi strategis bangsa. Bela Negara, kata dia, bukan sekadar kewajiban konstitusional, tetapi juga karakter, budaya, dan semangat kolektif dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai regulasi Bela Negara dan pembinaan tenaga ahli dari sejumlah narasumber, di antaranya Dr. S.R.M. Indah Permata Sari, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM., Letkol Inf. Poniman, serta Letkol Arm Muhamad Tatang, S.Sos., M.M.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara serta mengoptimalkan peran tenaga ahli untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.
Melalui forum ini, Kemhan mendorong agar kesadaran Bela Negara tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata sesuai profesi, kemampuan, dan bidang pengabdian masing-masing warga negara.
(Hanik)






