KABAROPOSISI.NET|Ungaran — Jaringan masyarakat sipil Jateng Guyub menggelar konsolidasi di Rumah Suluk Athantra, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (10/9/2026), guna mematangkan rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026, di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut menjadi ajang penyatuan langkah berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah di Jawa Tengah yang selama ini menyuarakan persoalan lingkungan, agraria, hingga hak-hak masyarakat. Konsolidasi dihadiri perwakilan warga dari Rembang, Blora, Pati, Kudus, Batang, Grobogan, Kecamatan Pracimantoro (Wonogiri), Wonosobo, Semarang, serta peserta yang mengikuti secara daring. Sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya BEM Universitas Diponegoro (Undip), BEM Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan PMII, juga turut bergabung.
Perwakilan Jateng Guyub asal Rembang, Joko Priyanto, mengatakan aksi dirancang berlangsung selama tiga hari karena melibatkan massa dari berbagai wilayah yang akan menempuh perjalanan menuju Semarang dengan berjalan kaki maupun berlari.
“Kontingen utama akan bergerak dari kawasan Gunung Lawu yang menolak proyek geotermal serta warga dari kawasan Candi Gedongsongo, Ungaran, yang akan melakukan long march menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Karena itu, aksi direncanakan berlangsung selama tiga hari,” ujar Joko usai konsolidasi.
Menurutnya, rangkaian aksi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penyampaian aspirasi, tetapi juga simbol solidaritas antarwilayah dalam memperjuangkan berbagai persoalan yang dinilai belum memperoleh penyelesaian. Seluruh peserta juga sepakat memperkuat koordinasi agar pelaksanaan aksi berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jateng Guyub berharap aksi tersebut dapat menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga berbagai tuntutan yang disuarakan warga dari sejumlah daerah dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut secara konkret. (Kukuh)






