Swadaya Gerakan Rakyat: Kaos Solidaritas Jateng Guyub Jadi Penopang Aksi Hari Tani Nasional

KABAROPOSISI.NET|Pati – Menjelang peringatan Hari Tani Nasional yang akan digelar selama tiga hari pada 22–24 September 2026, semangat gotong royong dan kemandirian terus menguat di kalangan jaringan masyarakat sipil yang tergabung dalam Jateng Guyub. Berbagai bentuk dukungan swadaya mulai mengalir untuk memastikan rangkaian aksi berjalan sesuai rencana.

Salah satu inisiatif datang dari Roemah Goegah, kolektif kreatif yang selama ini aktif mengawal isu lingkungan hidup, khususnya pelestarian Kawasan Pegunungan Kendeng. Sebagai bagian dari tim kreatif Jateng Guyub, mereka meluncurkan kaos solidaritas yang hasil penjualannya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan aksi warga.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Roemah Goegah, Jatra Palepati, menjelaskan bahwa penjualan cinderamata dan karya kreatif merupakan bentuk penggalangan dana yang telah lama menjadi bagian dari tradisi gerakan rakyat. Cara tersebut dinilai mampu menjaga independensi perjuangan tanpa bergantung pada sumber pendanaan lain.

“Keuntungan dari kaos ini nantinya dialokasikan penuh untuk memenuhi berbagai piranti dan logistik unjuk rasa warga selama tiga hari berturut-turut,” ujar Jatra saat ditemui di Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan aksi tidak hanya mencakup perlengkapan teknis di lapangan, tetapi juga berbagai sarana penunjang yang diperlukan agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung tertib dan efektif. Karena itu, dukungan publik melalui pembelian kaos dinilai memiliki arti penting bagi keberlangsungan gerakan.

Melalui skema swadaya tersebut, masyarakat yang tidak dapat hadir langsung dalam aksi tetap memiliki ruang untuk berpartisipasi. Dukungan dapat diwujudkan melalui pembelian kaos solidaritas maupun kontribusi material lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan isu agraria, lingkungan hidup, dan hak-hak masyarakat di Jawa Tengah.

Aksi Hari Tani Nasional yang diinisiasi Jateng Guyub dijadwalkan berlangsung pada 22–24 September 2026 dengan mengangkat berbagai persoalan agraria, perlindungan ruang hidup, hingga isu lingkungan. Semangat gotong royong yang diwujudkan melalui gerakan swadaya ini diharapkan menjadi penguat solidaritas masyarakat dalam mengawal berbagai kepentingan rakyat di Jawa Tengah. (Kukuh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *