Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Tersiar kabar ke publik bahwa kegiatan Karnaval Horeg yang akan berlangsung tanggal 27 September 2026. Oleh komunitas pemuda yang menamakan diri TBK Bersatu Desa/Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, dipolitisasi.
Isu itu bergulir sejak ada musyawarah dengan agenda kesepakatan damai di pendopo kantor Desa Singojuruh yang gagal tanpa kata sepakat Karena sesuatu hal. Musyawarah kesepakatan damai diagendakan khawatir rencana kegiatan Karnaval Horeg sedikit terkendala proses pengajuan ijinnya. Karena ada sebuah persoalan yang dikaitkan-kaitkan dan dimungkinkan bisa membuat Karnaval Horeg gagal digelar.
Entah siapa yang melontarkan kalimat saat itu, bahwa Karnaval Horeg TBK Bersatu dipolitisasi. Sehingga tak butuh waktu lama isu politisasi kegiatan Horeg di Desa Singojuruh menyebar dan mengundang reaksi penolakan tidak membenarkannya.
Hal tersebut dengan tegas disampaikan oleh Abdul Konik selaku Ketua Panitia Karnaval Horeg TBK Bersatu. Pada musyawarah lanjutan yang diinisiasi Forpimka Singojuruh Jumat 18 September 2026. Kurang lebih Abdul Konik komunitas TBK Bersatu terbentuk tidak untuk kepentingan politik praktis.
Kalau ada berhembus bahasa suka dan tidak suka kepada Kepala Desa itu urusan pribadi mereka. TBK Bersatu tidak pada konteks kepentingan politik. Juga tidak mengajak dan membangun kebencian pada siapapun. Melainkan sebagai wadah aktivitas dan pemersatu pemuda di tiga dusun yaitu Pasinan Timur, Pasinan Barat, dan Kunir.
“Tolong kepada siapapun yang bijak dalam menyampaikan sesuatu, dikaji dulu. TBK Bersatu tidak ada intervensi pemuda harus ke sana dan ke sini, urusan politik hak masing – masing. Sekali lagi saya tegaskan Karnaval Horeg TBK Bersatu tidak untuk kepentingan politisasi. Bahkan kita ingin menggandeng Pemdes untuk ikut serta berpartisipasi dalam barisan bernuansa budaya mewarnai Karnaval Horeg nanti”, tegas dan pungkas Konik. (r35).






