KABAROPOSISI.NET|Blora – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora hingga menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih mendapat perhatian serius dari DPRD Blora. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, lembaga legislatif tersebut mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa dan menyiapkan sedikitnya 50 tangki air bersih dalam waktu dekat.
Ketua DPRD Blora, Mustopa, mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas banyaknya keluhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Menurutnya, distribusi bantuan akan terus dilakukan dan jumlahnya siap ditambah apabila kondisi kekeringan masih berlanjut.
“Hari ini DPRD Blora menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa. Dalam waktu dekat kami menyiapkan sekitar 50 tangki bantuan air bersih. Jika hujan belum juga turun, bantuan akan kami tambah lagi,” ujar Mustopa, Kamis (24/9/2026).
Ia menuturkan, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Karena itu, DPRD berupaya memberikan respons cepat agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Masyarakat Blora banyak mengeluhkan kekeringan air. Untuk itu kami merespons dengan baik. Sebelumnya sudah ada bantuan dari BUMD dan pihak lainnya, dan kini DPRD juga ikut menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat,” katanya.
Selain bantuan distribusi air bersih, Mustopa menyebut pemerintah pusat juga telah memberikan dukungan melalui program penyediaan sumber air, termasuk pembangunan sumur di beberapa wilayah. Menurutnya, berbagai bantuan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
“Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin supaya dapat membantu warga yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Lebih lanjut, DPRD Blora juga mendorong optimalisasi pemanfaatan Waduk Randugunting sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat pasokan air bersih di Kabupaten Blora melalui PDAM Tirta Amerta. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme dan teknis pemanfaatannya masih memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami akan melakukan koordinasi agar Waduk Randugunting bisa dimanfaatkan. Bagaimana cara dan teknisnya, nanti akan kami koordinasikan dengan pemerintah pusat sesuai kewenangannya,” pungkas Mustopa. (GaS)






