Program Sekolah Sisan Ngaji Siap Merambah SMA dan MA, Bupati Blora: Pendidikan Harus Bentuk Karakter

KABAROPOSISI.NET|Blora — Penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Karena itu, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan keimanan dan akhlak agar lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SMP Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026 di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (6/10/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Arief itu mengapresiasi penyelenggaraan MAPSI yang melibatkan 106 SMP negeri dan swasta dengan total 840 peserta. Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi untuk menentukan juara, melainkan ruang pembinaan karakter, pengembangan bakat, kreativitas, serta penguatan kecintaan terhadap ajaran Islam. “Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri; cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Gus Arief menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Blora. Program itu diarahkan agar proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, beretika, santun, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan diukur dari kualitas akhlak sekaligus prestasi yang dimiliki para siswa.

Perkembangan Program SSN, lanjut Gus Arief, kini mulai mendapat perhatian lebih luas. Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan tengah mengajukan draf nota kesepahaman (MoU) kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah agar program tersebut dapat diterapkan di jenjang SMA. Di saat yang sama, Pemkab juga akan memperkuat kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora untuk memperluas implementasi SSN di Madrasah Aliyah (MA). Jika disetujui, Blora akan menjadi daerah percontohan penerapan Program SSN di tingkat SMA di Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara MAPSI SMP Kabupaten Blora 2026, Sunaryo, menjelaskan bahwa pelaksanaan MAPSI tingkat kabupaten merupakan tahapan seleksi untuk menentukan wakil Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Semarang pada 13–15 November 2026. Ia berharap kontingen Blora mampu mempertahankan tradisi meraih prestasi di tingkat provinsi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Sunaryo, MAPSI tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba, baik perorangan maupun beregu, mulai dari Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato putra dan putri, tilawah, tartil Al-Qur’an, tahfidz, adzan, kaligrafi hingga rebana. Cabang CCI diikuti 69 sekolah dengan 207 peserta, sedangkan lomba rebana diikuti 11 sekolah dengan total 187 peserta. Selain juara utama, kategori rebana juga memperebutkan penghargaan aransemen terbaik dan vokalis terbaik. Para juara pertama dari masing-masing cabang akan mewakili Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menutup sambutannya, Gus Arief mengajak seluruh peserta menjadikan MAPSI sebagai ajang belajar, membangun sportivitas, kejujuran, dan rasa percaya diri. Ia berpesan agar kemenangan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, sedangkan peserta yang belum berhasil tidak berkecil hati karena setiap proses merupakan bagian dari pembentukan karakter. “Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati. Yang mendapatkan juara jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan,” pesannya.(GaS)

Pos terkait