Fasilitas Mewah Ber-nuansa Osing, Biaya Ringan: Ponpes Al-Huda Cantuk Siap Cetak Hafidz Qur’an

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Kabar gembira bagi warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Telah dirintis pendirian Pondok Pesantren “Al-Huda” yang di dalamnya ada Rumah Tahfidz Qur’an di bawah naungan Yayasan “Baitul Qur’an”.

Kehadiran Ponpes Al-Huda menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Cantuk.

Bacaan Lainnya

Pengasuhnya adalah Ustadz Fahri Aldiyanuar Beckham Putra, yang akrab disapa “Ustadz Beckham”. Ia adalah putra kandung tokoh Desa Cantuk, pemilik Warung Seblang, H. Fauji.

Ustadz Beckham adalah seorang Hafidz Qur’an. Istrinya pun juga seorang Hafidzah Qur’an. Keduanya siap mencetak hafidz-hafidz Qur’an dari Desa Cantuk untuk Banyuwangi.

Pengamatan media, fasilitas Pondok Pesantren “Al – Huda” ini beda dari Pondok Lain, Santri dijamin betah dan Nyaman. Hal itu terlihat dari desain bangunan Musholla dan Asrama santrinya. Nuansa peradaban “Osing Banyuwangi” sangat kental menjadi ornamen di setiap sudut bangunannya. Sepertinya kenyamanan Santri dalam keseharian, baik dalam hal tinggal maupun menimba ilmu, menjadi prioritas utama pengasuh.

Pasalnya, Pondok Pesantren Al – Huda Desa Cantuk, bukan sekadar tempat mondok. Ponpes Al-Huda dirancang sebagai rumah kedua yang nyaman, bersih, dan memadai bagi para santri penghafal Qur’an.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, Ponpes Al-Huda tidak akan terlalu membebani santri atau wali santri untuk kebutuhan operasional pondok.

Hal tersebut sebagaimana diceritakan H. Fauji, ayah dari Ustadz Beckham. Bahwa putranya saat di pondok baru hafal Qur’an 15 Juz, sudah menyampaikan keinginannya kalau ia sudah jadi Hafidz. Ingin mendirikan Pondok Pesantren yang tidak ingin terlalu membebani santri/wali santri. Dalam artian tidak gratis total, meski ada biaya tidak memberatkan, namun mendapatkan fasilitas yang memadai.

” Alasan putera saya tidak akan terlalu membebani santri/wali santri, karena saat mondok hatinya terketuk dan haru. Mengetahui beberapa teman sepondoknya terpaksa berhenti mondok karena terkendala biaya. Kisah itulah yang menjadi semangat putra saya mendirikan Ponpes Al-Huda ini. Santri tidak boleh berhenti menghafal Qur’an hanya karena biaya”, kata H. Fauji.

Sekilas H. Fauji ceritakan kenapa pada nama putranya disematkan nama Beckham. Ternyata H. Fauji saat tekuni sepak bola ngefans pada pemain bola kelas dunia asal Inggris David Beckham. Bahkan sempat punya cita – cita agar putranya (Beckham)bisa jadi pemain bola yang handal dan menasional.

“Saya dulu bercita – cita agar anak saya bisa jadi pemain bola yang handal bisa menasional. Sehingga Beckham di usia dininya sering saya ikutkan kompetisi bola kelompok usia. Namun Allah punya kehendak lain, dan saya meyakini sekenario Allah adalah yang terbaik. Faktanya Alhamdulillah,sampai detik ini saya diberi kemudahan bisa mewujudkan keinginan Beckham mendirikan Pondok Pesantren ini”, pungkasnya. (r35).

Pos terkait