Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Siapa yang tak kenal dengan nama sebuah tempat wisata Rowo Bayu yang dalam beberapa waktu terkahir bersebutan sebagai Desa Penari itu. Sendang yang kemudian diberi nama Rowo Bayu, karena berada di Desa Bayu wilayah hukum Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi.
Menurut cerita rakyat Desa Bayu menjadi bagian dari sejarah kejayaan Kerajaan Belambangan masa keemasan Prabu Tawangalun. Tak hanya itu, seiring berjalannya waktu di tempat yang sama (Desa Bayu) konon katanya pernah terjadi perang dahsyat yang dikenal dengan sebutan Perang Puputan Bayu cikal bakal dari lahirnya Kabupaten Banyuwangi.
Di tempat yang penuh dengan cerita sejarah itu tepatnya di Rowo Bayu besok hari Sabtu dan Minggu (3-4 Juni 2023) digelar Bazar Kuliner Jajanan Desa Penari oleh pengelola Rowo Bayu yang dinahkodai Hendik Keriwul. Dalam keterangannya kepada awak media Hendik Keriwul menyampaikan,
“Konsep dari kegiatan Bazar Kuliner Jajanan Desa Penari ini adalah memajukan UMKM dan memajukan wisata Rowo Bayu. Karena selama ini Rowo Bayu adalah sebuah tempat wisata yang banyak mengandung cerita sejarah mati suri. Itinya kegiatan ini kami maksutkan juga untuk mengembalikan Rowo Bayu jadi sebuah tempat wisata yang maju. Setidaknya setiap pengunjung yang datang selain menikmati keindahan dan keasrian Rowo Bayu, juga ada hal menarik yang bisa didapat yaitu mengetahui dan mengenang sejarah yang pernah terjadi di Desa Bayu. Tentu bila Rowo Bayu ramai pengunjung secara otomatis efek pemberdayaan ekonomi masyarakat harapannya”, ujar Hendik Keriwul.
Dijelaskan juga oleh Hendik Keriwul bahwa terselnggaranya kegiatab Bazar Jajanan Kuliner Desa Penari di Rowo Bayu, tanpa ada campur tangan donatur, melainkan murni dari partisipasi masyarakat setempat. (r35).






