Kabaroppsisi.net.|BANYUWANGI – Banyak hal yang mempengaruhi psikologis anak didik ketika mengikuti pembelajaran di sekolah. Selain interaksi antar guru dengan murid di dalam kelas, lingkungan juga fasilitas pendukung. Punya pengaruh besar terhadap suasana belajar dan psikologis anak. Oleh karena itu kenyamanan, keamanan, dan keselamatan siswa menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Kondisi gedung, lingkungan sekolah yang nyaman dan aman membuat siswa lebih fokus pada setiap kegiatan pembelajaran. Bisa interaksi dengan baik tanpa berfikir tentang lain-lain yang bisa mengalihkan perhatiannya. Tak salah bila Kepala Sekolah SDN 1 Lemahbangkulon Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Khoirul Anwar, S.Pd. Keluhkan adanya perbaikan dan pengadaan fasilitas yang mendukung dan memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar di sekolahannya.
Tertarik pada informasi keluhan Kepala SDN 1 Lemahbangkulon, awak media kunjungi SDN 1 Lemahbangkulon Kamis 22/5/2025 sekira pukul 13.00 Wib. Secara kebetulan Kepala Desa Lemahbangkulon Drs. Subandiyo berkenan juga bersama awak media ke SDN 1 Lemahbangkulon merespon apa yang dikeluhkan oleh Kepala Sekolah. Awak media di lingkungan SDN 1 Lemahbangkulon mendapati bangunan Rumah Dinas yang rusak parah bak bangunan tua terbengkalai. Selain itu awak media melihat pagar pengaman lingkungan sekolah yang ambrol.
Khoirul Anwar (Kepala Sekolah) dalam obrolan santainya menjelaskan bahwa bangunan yang rusak itu Rumah Dinas guru. Harapannya bila ada anggaran bangunan Rumah Dinas itu akan disulap menjadi Perpustakaan, karena dari semua sekolah yang ada di Kecamatan Singojuruh. Hanya SDN 1 Lemahbangkulon yang masih belum punya Perpustakaan. Selain itu katanya ingin juga punya ruang Laboratorium di sekolahnya.
Tentang pagar yang ambrol, Khoirul Anwar mengaku sangat merasa tidak nyaman dan tidak aman. Karena beberapa kali terjadi kebobolan oleh oknum yang tidak bertanggun jawab. Selain itu karena di belakang sekolah adalah lahan yang dipenuhi semak belukar. Kerap kali ada Ular masuk ke lingkungan sekolah dan tentu mengancam keselamatan anak didiknya.
Untuk mengetahui apa upaya pihak sekolah selama ini untuk bisa mewujudkan keinginan sekolahnya, awak media ajukan beberapa pertanyaan kepada Khoirul Anwar, S.Pd. Yang mana dijelaskan bahwa terkait beberapa fasilitas yang diinginkan sudah beberapa kali diusulkan melalui Musrenbangdes. Namun karena pagu indikatip anggaran yang tersedia di bidang pendidikan untuk se Kecamatan Singojuruh terbatas. Maka apa yang jadi usulannya tidak terkafer setelah dibagi-bagi dengan usulan-usulan sekolah lainnya.
“Sudah pernah diusulkan di Musrenbangdes, tapi masalahnya pagu indikatifnya terbatas kalau gak salah di Musren kemarin cuman sekitar 500 jutaan begitu. Karena yang mengusulkan banyak dibagi-bagi gak nutut untuk kebutuhan yang kami usulkan. Yang kami usulkan waktu itu diantaranya Perpustakaan, Komputer, Laboratorium, dan Pagar”, jelasnya.
Pasalnya Kepala SDN 1 Lemahbangkulon Khoirul Anwar berharap impian sekolahnya untuk bisa memiliki gedung Perpustakaan, Laboratorium, dan perbaikan pagar segara terwujud. Dan terkait itu Khorul Anwar mengaku sering berkoordinasi dengan Komite Sekolah untuk mencari solusi terbaiknya.
Sementara Kepala Desa Lemahbangkulon Drs. Subandiyo dimintai tanggapannya, mengatakan bahwa terkait apa yang dikeluhkan oleh Kepala Sekolah akan membantu carikan jalan keluarnya. Kata Kades Subandiyo, kalau hanya mengandalkan anggaran dari Pemerintah atau Dinas Pendidikan sulit karena banyak yang mengantri. Kades Subandiyo menyarankan agar pihak sekolah bersama Komite sinergi. Buat proposal kepada stakeholder yang ada di Desa Lemahbangkulon terutama disebutnya kepada PT. Tirta Investama (Pabrik Aqua). Karena kata Subandiyo, Desa Lemahbangkulon masuk zona wilayah ring 1 terdampak. Dan untuk keperluan itu Kades Subandiyo mengatakan siap bila dibutuhkan dukungan tanda tangannya selaku Kepala Desa. (r35).






