Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Peristiwa kecelakaan laut tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali, menyita perhatian nasional hingga internasional.Benar adanya bila musibah datang kapan saja tanpa diminta bahkan tidak ada yang bisa menolak kedatangannya. Namun kata ungkapan bijak, “segala sesuatu yang terjadi bisa diminimalisir dampak dan akibatnya berguru pada pengalaman kejadian sebelumnya”.
Kira-kira kurang lebih seperti yang dimaksud sebelumnya disampaikan sehingga salah satu Pimpinan DPRD Banyuwangi dari Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto, SH., MH. Jumat 18/7/2025, angkat bicara soal tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya beberapa hari yang telah lewat.
“Yang pertama saya selaku pimpinan DPRD Banyuwangi juga selaku Ketua DPC Partai Demokrat, turut berduka atas meninggalnya beberapa korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Semoga korban yang meninggal dicatat oleh Allah Swt sebagai korban meninggal yang syahid dan dimasukkan dalam surga-Nya, aamiin…Semoga keluarga yang ditinggalkannya, tetap diberi ketabahan, kesabaran, dan keteguhan iman. Dan saya berharap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tidak ada yang ketinggalan terima bantuan”, ungkapnya dengan penuh rasa haru.
Tentang pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya, Michael berharap untuk segera terselesaikan dan semua korban bisa ditemukan semua. Sementara untuk korban meninggal dunia yang namanya tidak masuk manifest supaya diketahui dan didata jangan sampai ada yang ketinggalan berupa jumlahnya karena menyangkut nyawa manusia.
“Saya mohon supaya Basarnas lebih semangat lagi mencari sisa-sisa korban yang belum diketemukan. Dan juga saya mengharapkan kepada Pemerintah agar memperhatikan keluarga yang setelah tahu karena mendapat informasi dari kanan kiri bahwa keluarganya jadi korban musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya itu bisa segera diberikan bantuan. Sambil menunggu kejelasan atau pengurusan soal bantuan dari pemilik kapal maupun dari pemerintah. Karena banyak masyarakat yang mengeluh belum diperhatikan karena hilangnya keluarga dampak musibah KMP Tunu Pratama Jaya”, harapnya dengan tegas.
Ke depannya, Michael meminta ASDP atau yang punya otoritas, benar-benar menyeleksi kapal-kapal yang tidak layak. Karena kata Michael, sejak pertama kali kejadian tenggelam sudah mengatakan bahwa kapal itu tidak layak melakukan penyebrangan. Argumennya, tenggelamnya kapal tersebut diduga bukan karena arus atau karena badai tetapi. Tetapi karena kapalnya diduga memang tidak layak untuk melakukan penyebarangan di selat Bali Banyuwangi Gilimanuk.
“Jadi ke depannya harus benar-benar ketat jangan main-main dengan nyawa manusia hanya karena demi penghasilan abai terhadap kewajibannya. Apalagi yang kena dampak musibah dan korban meninggal dunia ini bayak dari masyarakat Banyuwangi”, tegasnya.
Masih Michael Edy Hariyanto, lagi-lagi mempertegas apa yang jadi harapannya,
“Jadi saya mengharapkan dan juga saya akan berteriak ke atas dalam hal ini ke Menteri Perhubungan, supaya benar-benar menegur ASDP yang ada di Banyuwangi. Supaya tidak main-main karena ini menyangkut nyawa bukan hanya menyangkut penghasilan. Karena saya sendiri sering nyebrang ke Bali masih banyak kapal-kapal yang tidak layak melakukan penyebrangan di selat Bali. Selain ukurannya kecil, jelek dan lama terlihat dari besi-besinya yang mulai rapuh”, sambungnya.
Di akhir penyampaiannya Michael menyimpulkan, bahwa ketidaklayakan kapal-kapal yang jadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan laut dan memakan korban jiwa.
“Oleh karena itu saya mohon Menteri Perhubungan lebih ketat lagi dan memberikan laporan juga memeriksa kapal-kapal yang melakukan jasa penyebrangan Banyuwangi Gilimanuk. Harus benar-benar diperhatikan masalah dok dan perbaikannya seperti apa agar diketati. Sehingga tidak terjadi kembali kecelakaan laut karena kapal-kapal yang tidak layak melakukan penyebrangan”, pungkasnya. (r35).






