Kabaroposisi.net | Blora – Kabupaten Blora menorehkan sejarah baru dengan menyelenggarakan Lomba Installer Teknologi untuk pertama kalinya. Event yang digagas oleh komunitas telekomunikasi yang tergabung dalam Komunitas Installer Indonesia (KOIN), ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, karena sejalan dengan misi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang digitalisasi.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemkab Blora Staff Ahli Bidang Hukum Hendy Purnomo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada komunitas teknologi (KOIN) yang telah mempelopori kegiatan ini. “Ini yang pertama kali. Dengan perkembangan teknologi itu, mau tidak mau kita harus mengikuti. Kami terima kasih pada komunitas ini, semoga berkembang,” ujarnya.
Kegiatan ini dinilai sangat selaras dengan misi Bupati Blora, khususnya misi mewujudkan pemerintahan yang berintegritas, adaptif, dan kolaboratif. Salah satu program unggulannya adalah digitalisasi sistem pelayanan publik.
“Saya pikir lomba installer ini sangat sesuai dengan semangat digitalisasi yang kami galakkan,” tambahnya.
Tidak hanya itu, pembicaraan juga menyentuh peran teknologi Closed-Circuit Television (CCTV) canggih yang mampu beroperasi siang dan malam hari. Pemanfaatan CCTV dipandang dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari pengawasan jalan raya yang padat hingga memantau aktivitas dan harga sembako di pasar-pasar besar.
“Kalau bisa terpantau, ini luar biasa untuk mendukung program ketahanan pangan. Harga sembako bisa stabil,” jelasnya.
Ke depan, sistem CCTV ini diharapkan dapat terintegrasi dengan Command center dan program Satu Data Blora, sehingga pergerakan dan kegiatan di lapangan dapat dimonitor secara real-time untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Di tempat yang sama, Ketua Penyelenggara lomba Sekaligus Ketua KOIN Agus Irianto, memaparkan bahwa konsep lomba ini lebih dari sekadar praktik dan kompetisi.
#
“Tujuannya untuk peningkatan teknisi-teknisi yang lebih profesional. Kami mencari Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pekerjaan di lapangan tentang keselamatan kerja, kerapian installer, dan efisiensi waktu,” jelasnya.
Lomba yang rencananya berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, seperti Medan, Samarinda, Lampung, dan Bali.
“Semua stand dari produk-produk kamera, GPS, barrier guard, alarm system, fingerprint, dan lain-lain akan ada di sini,” imbuhnya.
Persiapan acara yang memakan waktu hingga dua bulan ini tidak hanya bertujuan untuk kompetisi, tetapi juga sebagai ajang belajar bagi masyarakat Blora.
“Kami mengajak teman-teman masyarakat Blora untuk belajar teknologi agar tidak ketinggalan inovasi-inovasi teknologi, khususnya di Blora,” pungkasnya.
Lomba Installer Teknologi ini diharapkan menjadi trigger untuk mencetak tenaga-tenaga teknis yang andal dan mendukung percepatan transformasi digital di Blora, mewujudkan smart region yang adaptif dan kolaboratif. (GaS)






