Kabaroposisi.net | Magetan – Sejumlah proyek pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Magetan yang dijanjikan untuk air bersih justru mangkrak. Di Desa Mategal, Kecamatan Parang, proyek sumur bor senilai Rp70 juta dari aspirasi Jamaluddin Malik (PKB) hanya meninggalkan pipa berkarat tanpa air.
“Uangnya cair, tapi proyek tidak jalan. Kami butuh air, bukan uang tunai,” kata Sumarno, bendahara Pokmas Jati Wekas. Hingga kini, sumur bor yang dikerjakan sejak 2022 itu tak berfungsi.
Kasus serupa terjadi di Desa Ngaglik dan Balegondo, dengan nilai proyek masing-masing Rp60 juta dan Rp140 juta. Warga bahkan melapor ke Kejaksaan Negeri Magetan karena mencurigai penyimpangan dana.
Unit Tipikor Polres Magetan, Inspektorat, dan DPUPR sudah turun tangan di tahun 2023 lalu . Di langsir dari suara Indonesia . Con “LPJ sudah kami minta berulang kali. Kalau tidak diserahkan, Pokmas tak bisa menerima bantuan lagi,” ujar Wito Baktiar dari DPUPR kepada suara Indonesia
Kondisi ini mencerminkan turunnya Skor Integritas Magetan versi KPK, dari 75,87 menjadi 73,43. Kepala Satgas Wilayah III KPK Wahyudi mengingatkan, “Pokir seharusnya menjaring aspirasi rakyat, bukan menjadi politik kering etika.”
Meski Bupati Magetan Nanik Sumantri berjanji memperbaiki tata kelola, warga tetap kecewa. “Air tak mengalir, uang habis. Yang kering bukan cuma sumur, tapi juga integritas,” ujar seorang tokoh Mategal.(dera)






