TENDANG DADA PEMAIN HINGGA MASUK IGD! Laga Liga 4 Jateng PSIR vs Persikaba Tercoreng Aksi Brutal Kiper, Klub Minta Sanksi Seumur Hidup

KABAROPOSISI.NET|Rembang – Sepak bola Jawa Tengah kembali tercoreng. Insiden kekerasan brutal mewarnai laga Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang kontra Persikaba Blora yang digelar di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026). Seorang pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta (nomor punggung 7), harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) usai dadanya ditendang keras oleh kiper PSIR Rembang di tengah pertandingan.

Insiden mengerikan itu terjadi pada babak pertama. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di WhatsApp, Rizal baru saja mengeksekusi tendangan bebas. Namun secara mengejutkan, kiper tuan rumah yang mengenakan jersey ungu meloncat dan melayangkan tendangan keras tepat ke dada Rizal, tanpa upaya merebut bola. Gelandang serang Persikaba itu langsung terkapar di dalam kotak penalti, memegangi dada dengan kesakitan.

Bacaan Lainnya

Manajer Persikaba Blora, Muhammad Imfron, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut kondisi pemainnya cukup mengkhawatirkan.

“Rizal langsung kami larikan ke IGD. Bekas tendangan di dadanya terlihat jelas dan menurut tim medis cederanya tidak ringan,” ujar Imfron saat dikonfirmasi.

Imfron yang juga menjabat Kepala Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyebut tindakan kiper PSIR sebagai aksi kekerasan yang membahayakan nyawa pemain.

“Ini bukan pelanggaran biasa. Kami akan melaporkan resmi ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI Pusat dan meminta sanksi paling berat, bahkan sanksi seumur hidup,” tegasnya.

Sorotan tajam juga mengarah kepada kepemimpinan wasit. Sejumlah saksi mata menilai wasit gagal mengambil keputusan tegas atas insiden tersebut.

Salah satu suporter Persikaba, Tyo, menyebut wasit seolah menutup mata.

“Tendangannya keras, jelas kena dada. Tapi wasit tidak menganggap pelanggaran. Permainan malah dilanjutkan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Suporter lainnya, Sodikin, menambahkan bahwa Rizal baru masuk sebagai pemain pengganti, namun langsung menjadi korban kekerasan.

“Tak lama setelah masuk, dia langsung ditandu keluar dan dibawa ambulans ke rumah sakit. Info terakhir masih menjalani rontgen,” jelasnya.

Meski diwarnai insiden memalukan tersebut, pertandingan tetap berlanjut hingga akhir dan berakhir imbang 0-0. Namun hasil laga seakan tak berarti dibanding luka yang harus ditanggung pemain Persikaba.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PSIR Rembang maupun wasit yang memimpin pertandingan. Sementara itu, Persikaba Blora tengah menyiapkan laporan resmi ke Komdis PSSI, disertai bukti video dan keterangan saksi, guna mendorong investigasi dan penjatuhan sanksi tegas atas insiden yang dinilai mencederai sportivitas sepak bola nasional.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *