KABAROPOSISI.NET|Tulungagung – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Perencanaan Dasar Kabupaten Tulungagung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), lantai 4,Tulungagung, rabu(28/1/2026).
Diklat yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026 tersebut, diikuti oleh aparatur perencana dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang perencanaan pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fisipol UGM Dr. Wawan Mas’udi, S.I.P., M.P.A., Direktur Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) Fisipol UGM Dr. Arie Ruhyanto, Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., serta Guru Besar Bidang Tata Kelola Kebijakan Publik Prof. Dr. Gabriel Lele.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai fondasi utama dalam menghadirkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci penting dalam menghadirkan perencanaan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, berorientasi data, serta adaptif terhadap dinamika dan tantangan pembangunan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Fisipol UGM dan PPKK atas kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya terbatas pada kegiatan diklat, tetapi juga dalam bentuk kerja sama akademik dan penguatan kebijakan publik di masa mendatang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dekan beserta seluruh jajaran Fisipol UGM. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan yang bisa kita kerja samakan dan kolaborasikan demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gatut Sunu berharap diklat ini mampu meningkatkan kapasitas aparatur perencana, baik dari sisi pemahaman teknis perencanaan maupun kemampuan berpikir analitis dan strategis dalam merespons isu-isu pembangunan.
“Melalui diklat ini, saya berharap para staf perencana tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu melakukan analisis yang komprehensif terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan diklat ini sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.
“Jadikan diklat ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta memperkuat jejaring antar perencana. Sebagai perencana pembangunan, belajar adalah proses yang tidak boleh berhenti,” pungkasnya.
Melalui Diklat Sistem Perencanaan Dasar ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap dapat mendorong terwujudnya perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan serta kesejahteraan masyarakat.(hanik)
