Jembatan Akses Menuju Tempat Wisata Bersejarah “Rowo Bayu” Ambrol Belum Ada Tindakan

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Tempat Wisata di hutan Bayu yang dikenali dengan sebutan “Rowo Bayu” Desa Bayu Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Konon katanya menyimpan jejak sejarah yang sangat berarti berarti bagi Kabupaten Banyuwangi.

Dikutip dari beberapa sumber hutan Bayu (Rowo Bayu) pernah jadi petilasan Prabu Tawang Alun saat memimpin Kerajaan Blambangan, yang pusat pemerintahannya di Kedawung-Rogojampi. Prabu Tawang Alun hijrah ke hutan Bayu pada tahun 1686 menghindari pecah perang saudara karena politik adu domba Belanda (VOC). Menghasut Mas Wila yang tak lain adalah adik Prabu Tawang Alun sehingga berambisi rebut tahta Kerajaan.

Bacaan Lainnya

Peristiwa sejarah berikut di tempat yang sekarang bersebutan nama Desa Bayu di Kecamatan Songgon itu, adalah peristiwa “Perang Puputan Bayu” tahun 1771-1773. Yang mana melegenda nama tokoh pejuang di masa itu “Rempeg Jogo Pati” dan “Sayu Wiwit”. Yang akhirnya tragedi perlawanan rakyat Blambangan melawan kolinialisme (VOC). Yaitu “Perang Puputan Bayu” pada 18 Desember 1771 ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi.

Mengingat jejak sejarah yang luar biasa di Desa Bayu itu, Bambang Suhendik alias Hendik Keriwul selaku tokoh masyarakat di Kecamatan Songgon. Menyayangkan, bila Pemerintah Daerah tidak memberi perhatian prioritas pada Desa Bayu. Yang disebutnya oleh Hendik punya latar belakang sejarah cikal bakal kejayaan Kabupaten Banyuwangi seperti sekarang ini.

“Saya juga tokoh masyarakat yang lain di Kecamatan Songgon khususnya di Desa Bayu, setelah mengetahui jejak sejarah yang pernah terjadi di Desa Bayu. Menyayangkan bila Pemerintah Daerah minim perhatian terhadap kebutuhan fasilitas umum atau infrastruktur di Desa Bayu. Contoh jembatan akses menuju tempat wisata bersejarah Rowo Bayu yang ambrol sampai sekarang belum diperbaiki. Bukankah Bupati Banyuwangi sedang getol-getolnya soal pariwisata, tapi kenapa Rowo Bayu terlupakan”, ungkap aktivis berjuluk Keriwul itu.

Dipaparkan oleh Hendik Keriwul, bahwa tempat wisata bersejarah “Rowo Bayu” berangsur-angsur pengunjung mulai banyak berdatangan. Terlebih sebentar lagi lebaran, dimungkinkan akan mengalami kenaikan jumlah pengunjung yang ingin ke “Rowo Bayu”. Dengan demikian kata Hendik Keriwul, akan berdampak pula pada pemberdayaan masyarakat melalui UMKM. Tapi keluhnya, bagaimana dengan kondisi jembatan yang rusak dan nyaris membuat jalan putus total itu.

“Saya mohon dengan hormat kepada Pemerintah Daerah Dinas terkait, untuk merespon keluhan atau aspirasi masyarakat Desa Bayu yang minta dilakukan perbaikan jembatan itu”, harapnya.

Hendik juga sedikit sentil anggota DPRD Dapil : 7, agar turut memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Bayu.

“Juga kepada anggota dewan yang ada di Dapil : 7, saya berharap bisa membantu perjuangkan aspirasi masyarakat Desa Bayu. Karena diakui atau tidak masyarakat Desa Bayu telah berkontribusi mengantarkannya ke kursi dewan, berikan kepercayaan keterwakilannya di gedung parlemen”, sentil dan pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *