Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Sebulanan yang lalu tepatnya 24 Mei 2026 dilaksanakan acara peletakan batu pertama pembangunan Mushollah Al – Huda Pondok Pesantren Baitul Qur’an Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh. Hari ini Sabtu 20 Juni 2026 dilaksanakan pendirian tiang-tiang utama bakal Mushollah Al – Huda Pondok Pesantren Baitul Qur’an yang pengasuhnya adalah Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham.
Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham adalah putra kandung dari H. Fauji pendiri Yayasan Al-Ikhlas yang tak lain adalah pengelola Warung Seblang. Artinya Yayasan Pondok Pesantren Baitul Qur’an lembaga pendidikan yang teraviliasi dengan Yayasan Al-Ikhlas. Sekedar diketahui, bahwa Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham salah satu santri dari Al-Iklas yang kini jadi seorang Hafidz Qur’an 30 juz setelah tuntas ngilmunya di Pondok Pesantren Al-Azhar Muncar.
Bak gayung bersambut, Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham dikarunia seorang istri yang ternyata juga Hafidz Qur’an 30 juz. Selanjutnya agar ilmunya bermanfaat, Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham bersama istrinya berniat mendirikan Rumah Tahfidz Baitul Qur’an dan didukung oleh H. Fauji selaku orang tuanya. Seiring berjalannya waktu karena santri di Rumah Tahfidz Baitul Qur’an semakin banyak peminatnya. Maka diribtuslah sebuah lembaga pendidikan dalam bentuk Yayasan yaitu Pondok Pesantren Baitul Qur’an.
H. Fauji selaku pendiri Yayasan Al-Ikhlas yang notaben adalah orang tua dari Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham. Sekilas mengurai perjalanan panjang Yayasan Al-Ikhlas yang dikelolanya bersama tokoh masyarakat Desa Cantuk. Yayasan Al-Ikhlas berdiri sudah selama 14 tahun bergerak di bidang sosial keagamaan yang di dalamnya ada pengajian/istigozah, dan santunan pada anak yatim serta duafa.
Jelentrehnya, bahwa sebelum Yayasan Al-Ikhlas saat itu memiliki tempat yang permanen, kegiatan isyigozah/isyigozah dilakukan dengan cara anjangsana ke tiap-tiap Mushollah yang ada di Desa Cantuk. Setelah punya tempat yang permanen, kegiatan Yayasan Al-Ikhlas diantaranaya pengajian, santunan, dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) terpusat.
Singkat cerita 14 tahun Yayasan Al – Ikhlas berjalan, melahirkan santri-santri yang selanjutnya melangsungkan pendidikannya di tempat-tempat lain. Karena Yayasan Al-Ikhlas belum memiliki lembaga pendidikan/Pondok Pesantren yang bisa menampung serta memadahi. Dan alhamdulillahnya kata H. Fauji, sekarang diberi kemudahan oleh Allah Swt, bisa merintis sebuah Pondok Pesantren meneruskan cita-cita dan keinginan keras anaknya.
Diceritakan pula oleh H. Fauji, kenapa Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham putranya tertarik untuk mendirikan Pondok Pesantren. Bahwa yang melatarbelakanginya adalah karena Ustaz Fahri Aldiyanuar Beckham termotivasi olen keinginan membantu masyarakat kurang mampu yang anaknya ingin mondok tapi tidak punya biaya. Yang mana potret memprihatinkan itu kata H. Fauji dialami oleh Ustaz Aldiyanuar Beckham pada teman-temannya saat ada di Pondok Pesantren.
Oleh karena itu kata H. Fauji, Pondok Pesantren Baitul Qur’an dengan tekad kuat sengaja ddidirkan yang akan dikelola oleh anaknya meski butuh perjuangan. Agar bisa menampung putra-putri masyarakat Desa Cantuk dan sekitarnya yang kurang mampu namun punya keinginan untuk mondok terutama yang ingin hafad Qur’an. Terlebih sekarang di Rumah Tahfidz Baitul Qur’an, sudah ada sejumlah santri dari luar Desa Cantuk yang diasramakan.
Untuk motif bangunan di Pondok Pesantren Baitul Qur’an kata H. Fauji akan dibuat nuansa budaya Osing. Agar santri mendapatkan edukasi untuk tidak melupakan sejarah dan budaya asli Banyuwangi. H. Fauji pun melalui kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Cantuk juga pihak lain.
“Saya atas nama keluarga juga Yayasan, mengucapkan terima kasih atas dukungan doa, tenaga, pikiran, bahkan finasial dari masyarakat Desa Cantuk juga para pihak yang peduli. Sehingga kami masih diberi kemampuan bisa melangsungkan program-program kegiatan Yayasan sampai sekarang”, ungkapnya.
Direncanakan ke depan di Pondok Pesantren Baitul Qur’an ada Madrasah Tsanawiyah (MTs), karena di Desa Cantuk sudah ada Pendidikan Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudlatul Anfal (RA) dan Sekolah Dasar (SD). Yang mana harapannya anak-anak Desa Cantuk lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikannya ke SMP/MTs bisa ditampung mondok sambil sekolah di Pondok Pesantren Baitul Qur’an. (r35).






